Blog

UNIVERSITAS MURIA KUDUS

Pengikut

حسن مبارك

HACKING WIRELES

Kamis, 26 Maret 2009 - - 0 Comments



Hacking Wireless

Membobol MAC Address Filtering:


  1. Jalankan Live CD Distro Linux BackTrack2, masukkan username “root”, lalu masukkan password “toor”.

  1. Setelah muncul prompt, ketikkan “startx”.

  1. Setelah muncul desktop environment KDE, klik tombol “K” (di pojok kiri bawah). Pilih BackTrack Radio Network Analysis -> 80211 Analyser Kismet.

  1. Lalu muncul window “Select Network Device”, pilih “wifi0”. Klik “OK”.

  1. Muncul tampilan Kismet, secara otomatis Kismet akan mencari wireless client yang sedang aktif. Bila ditemukan wireless client yang aktif tetapi tidak terhubung dengan jaringan, maka akan muncul pesan “ALERT: Suspicious client 00:02:6F:37:08:20 - probing networks but never participating.”

  1. Bila Kismet berhasil menemukan Access Point yang aktif, maka akan muncul pesan “Found IP 192.168.2.1 for slamet::00:0E:2E:C2:2C:0E via ARP”.

Keterangan:

slamet -> nama SSID

  1. Tutup Kismet, lalu buka console untuk menjalankan tools scanning yang lain, yakni airodump.

Keterangan:

Bila kita menggunakan program scanning yang lain, biasanya program pertama akan membuat driver wireless kita “rusak”. Untuk dapat digunakan pada program yang kedua, kita perlu memperbaiki driver tersebut (dimatikan lalu dihidupkan kembali).

  1. Cara memperbaiki driver, ketik:

#airmon-ng -> untuk mengecek interface yang tersedia.


Matikan driver “ath0” dan “ath1” dengan mengetik:

#airmon-ng stop ath0

#airmon-ng stop ath1 -> bila interface ath1 ada.

  1. Mengaktifkan driver yang baru, ketik:

#airmon-ng start wifi0

  1. Bila diketikkan perintah #iwconfig , maka muncul informasi “ath0” sudah aktif dengan Mode=Monitor.

  1. Berikutnya, ketik #airodump-ng ath0

  1. Dengan demikian maka kesimpulan bahwa dengan airodump mendapatkan hasil scanning MAC Address Client yang lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan Kismet. Tetapi Client IP Address tidak bisa didapatkan, kecuali menggunakan Kismet.

  1. Kita juga dapat menggunakan program K-MAC(atau anda bisa merubah MAC Address melalui regedit) yang di-install pada windows untuk merubah MAC-Address Wireless kita menjadi MAC-Address salah satu client yang terdaftar pada MAC Address Filtering.

  1. Yang perlu dilakukan adalah mencari informasi MAC-Address client dengan mengunakan Kismet atau airodump, catat MAC-Address tersebut, lalu jalankan K-MAC di windows dan ubah MAC-Addressnya.

  2. Setelah restart komputer/laptop anda, dan mulai berinternet gratis deh........

    By Destana Dwi Maulidani & Wilis (http://my-wifi.blogspot.com/2007/09/hacking-wireless.html)

Jenis – jenis Hacking Wireless

  1. hack wep wireless

  2. hack wi fi

  3. hack wpa wireless

  4. hack wireless ap

  5. hacking wireless lan

  6. hack wireless security

  7. hack wireless access point

  8. hack wireless router

1. Keamanan Wireless dengan metode Wired Equivalent Privacy (WEP)

WEP merupakan standart keamanan & enkripsi pertama yang digunakan pada wireless, WEP (Wired Equivalent Privacy) adalah suatu metoda pengamanan jaringan nirkabel, disebut juga dengan Shared Key Authentication. Shared Key Authentication adalah metoda otentikasi yang membutuhkan penggunaan WEP. Enkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan (oleh administrator) ke client maupun access point. Kunci ini harus cocok dari yang diberikan akses point ke client, dengan yang dimasukkan client untuk authentikasi menuju access point, dan WEP mempunyai standar 802.11b.

Proses Shared Key Authentication:

  1. Client meminta asosiasi ke access point, langkah ini sama seperti Open System Authentication.

  2. Access point mengirimkan text challenge ke client secara transparan.

  3. Client akan memberikan respon dengan mengenkripsi text challenge dengan menggunakan kunci WEP dan mengirimkan kembali ke access point.

  4. Access point memberi respon atas tanggapan client, akses point akan melakukan decrypt terhadap respon enkripsi dari client untuk melakukan verifikasi bahwa text challenge dienkripsi dengan menggunakan WEP key yang sesuai. Pada proses ini, access point akan menentukan apakah client sudah memberikan kunci WEP yang sesuai. Apabila kunci WEP yang diberikan oleh client sudah benar, maka access point akan merespon positif dan langsung meng-authentikasi client. Namun bila kunci WEP yang dimasukkan client adalah salah, maka access point akan merespon negatif dan client tidak akan diberi authentikasi. Dengan demikian, client tidak akan terauthentikasi dan tidak terasosiasi.


    WEP memiliki berbagai kelemahan antara lain :

  1. Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.

  2. WEP menggunakan kunci yang bersifat statis

  3. Masalah initialization vector (IV) WEP

  4. Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32)

WEP terdiri dari dua tingkatan, yakni kunci 64 bit, dan 128 bit. Sebenarnya kunci rahasia pada kunci WEP 64 bit hanya 40 bit, sedang 24bit merupakan Inisialisasi Vektor (IV). Demikian juga pada kunci WEP 128 bit, kunci rahasia terdiri dari 104bit.
Serangan-serangan pada kelemahan WEP antara lain :

  1. Serangan terhadap kelemahan inisialisasi vektor (IV), sering disebut FMS attack. FMS singkatan dari nama ketiga penemu kelemahan IV yakni Fluhrer, Mantin, dan Shamir. Serangan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan IV yang lemah sebanyak-banyaknya. Semakin banyak IV lemah yang diperoleh, semakin cepat ditemukan kunci yang digunakan

  2. Mendapatkan IV yang unik melalui packet data yang diperoleh untuk diolah untuk proses cracking kunci WEP dengan lebih cepat. Cara ini disebut chopping attack, pertama kali ditemukan oleh h1kari. Teknik ini hanya membutuhkan IV yang unik sehingga mengurangi kebutuhan IV yang lemah dalam melakukan cracking WEP.

  3. Kedua serangan diatas membutuhkan waktu dan packet yang cukup, untuk mempersingkat waktu, para hacker biasanya melakukan traffic injection. Traffic Injection yang sering dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan packet ARP kemudian mengirimkan kembali ke access point. Hal ini mengakibatkan pengumpulan initial vektor lebih mudah dan cepat. Berbeda dengan serangan pertama dan kedua, untuk serangan traffic injection,diperlukan spesifikasi alat dan aplikasi tertentu yang mulai jarang ditemui di toko-toko, mulai dari chipset, versi firmware, dan versi driver serta tidak jarang harus melakukan patching terhadap driver dan aplikasinya.

Merupakan rahasia umum jika WEP (Wired Equivalent Privacy) tidak lagi mampu diandalkan untuk menyediakan koneksi nirkabel (wireless) yang aman dari ulah orang usil atau ingin mengambil keuntungan atas apa yang kita miliki—dikenal dengan jargon hackers. Tidak lama setelah proses pengembangan WEP, kerapuhan dalam aspek kriptografi muncul.
Berbagai macam penelitian mengenai WEP telah dilakukan dan diperoleh kesimpulan bahwa walaupun sebuah jaringan wireless terlindungi oleh WEP, pihak ketiga (hackers) masih dapat membobol masuk. Seorang hacker yang memiliki perlengkapan wireless seadanya dan peralatan software yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis cukup data, dapat mengetahui kunci enkripsi yang digunakan.
Menyikapi kelemahan yang dimiliki oleh WEP, telah dikembangkan sebuah teknik pengamanan baru yang disebut sebagai WPA (WiFI Protected Access). Teknik WPA adalah model kompatibel dengan spesifikasi standar draf IEEE 802.11i. Teknik ini mempunyai beberapa tujuan dalam desainnya, yaitu kokoh, interoperasi, mampu digunakan untuk menggantikan WEP, dapat diimplementasikan pada pengguna rumahan atau corporate, dan tersedia untuk publik secepat mungkin. Adanya WPA yang "menggantikan" WPE, apakah benar perasaan "tenang" tersebut didapatkan? Ada banyak tanggapan pro dan kontra mengenai hal tersebut. Ada yang mengatakan, WPA mempunyai mekanisme enkripsi yang lebih kuat. Namun, ada yang pesimistis karena alur komunikasi yang digunakan tidak aman, di mana teknik man- in-the-middle bisa digunakan untuk mengakali proses pengiriman data. Agar tujuan WPA tercapai, setidaknya dua pengembangan sekuriti utama dilakukan. Teknik WPA dibentuk untuk menyediakan pengembangan enkripsi data yang menjadi titik lemah WEP, serta menyediakan user authentication yang tampaknya hilang pada pengembangan konsep WEP.
Teknik WPA didesain menggantikan metode keamanan WEP, yang menggunakan kunci keamanan statik, dengan menggunakan TKIP (Temporal Key Integrity Protocol) yang mampu secara dinamis berubah setelah 10.000 paket data ditransmisikan. Protokol TKIP akan mengambil kunci utama sebagai starting point yang kemudian secara reguler berubah sehingga tidak ada kunci enkripsi yang digunakan dua kali. Background process secara otomatis dilakukan tanpa diketahui oleh pengguna. Dengan melakukan regenerasi kunci enkripsi kurang lebih setiap lima menit, jaringan WiFi yang menggunakan WPA telah memperlambat kerja hackers yang mencoba melakukan cracking kunci terdahulu.
Walaupun menggunakan standar enkripsi 64 dan 128 bit, seperti yang dimiliki teknologi WEP, TKIP membuat WPA menjadi lebih efektif sebagai sebuah mekanisme enkripsi. Namun, masalah penurunan throughput seperti yang dikeluhkan oleh para pengguna jaringan wireless seperti tidak menemui jawaban dari dokumen standar yang dicari. Sebab, masalah yang berhubungan dengan throughput sangatlah bergantung pada hardware yang dimiliki, secara lebih spesifik adalah chipset yang digunakan. Anggapan saat ini, jika penurunan throughput terjadi pada implementasi WEP, maka tingkat penurunan tersebut akan jauh lebih besar jika WPA dan TKIP diimplementasikan walaupun beberapa produk mengklaim bahwa penurunan throughput telah diatasi, tentunya dengan penggunaan chipset yang lebih besar kemampuan dan kapasitasnya.
Proses otentifikasi WPA menggunakan 802.1x dan EAP (Extensible Authentication Protocol). Secara bersamaan, implementasi tersebut akan menyediakan kerangka kerja yang kokoh pada proses otentifikasi pengguna. Kerangka-kerja tersebut akan melakukan utilisasi sebuah server otentifikasi terpusat, seperti RADIUS, untuk melakukan otentifikasi pengguna sebelum bergabung ke jaringan wireless. Juga diberlakukan mutual authentification, sehingga pengguna jaringan wireless tidak secara sengaja bergabung ke jaringan lain yang mungkin akan mencuri identitas jaringannya.
Mekanisme enkripsi AES (Advanced Encryption Standard) tampaknya akan diadopsi WPA dengan mekanisme otentifikasi pengguna. Namun, AES sepertinya belum perlu karena TKIP diprediksikan mampu menyediakan sebuah kerangka enkripsi yang sangat tangguh walaupun belum diketahui untuk berapa lama ketangguhannya dapat bertahan.

Sumber : www.ilkom.unsri.ac.id/deris/akademik/files/2009/jarkom_IF/TA%20jarkom%20Perbandingan%20Metode%20WEP.doc


HACKING WIFI

- - 0 Comments

Wireless Security (Hacking Wifi)


Jaringan Wifi memiliki lebih banyak kelemahan dibanding dengan jaringan kabel. Saat ini

perkembangan teknologi wifi sangat signifikan sejalan dengan kebutuhan sistem informasi yang

mobile. Banyak penyedia jasa wireless seperti hotspot komersil, ISP, Warnet, kampus-kampus

maupun perkantoran sudah mulai memanfaatkan wifi pada jaringan masing masing, tetapi sangat

sedikit yang memperhatikan keamanan komunikasi data pada jaringan wireless tersebut. Hal ini

membuat para hacker menjadi tertarik untuk mengexplore keamampuannya untuk melakukan

berbagai aktifitas yang biasanya ilegal menggunakan wifi.

Pada artikel ini akan dibahas berbagai jenis aktivitas dan metode yang dilakukan para hacker

wireless ataupun para pemula dalam melakukan wardriving. Wardriving adalah kegiatan atau

aktivitas untuk mendapatkan informasi tentang suatu jaringan wifi dan mendapatkan akses terhadap

jaringan wireless tersebut. Umumnya bertujuan untuk mendapatkan koneksi internet, tetapi banyak

juga yang melakukan untuk maksud-maksud tertentu mulai dari rasa keingintahuan, coba coba,

research, tugas praktikum, kejahatan dan lain lain.

Kelemahan Wireless

Kelemahan jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni kelemahan pada

konfigurasi dan kelemahan pada jenis enkripsi yang digunakan. Salah satu contoh penyebab

kelemahan pada konfigurasi karena saat ini untuk membangun sebuah jaringan wireless cukup

mudah. Banyak vendor yang menyediakan fasilitas yang memudahkan pengguna atau admin

jaringan sehingga sering ditemukan wireless yang masih menggunakan konfigurasi wireless default

bawaan vendor. Penulis sering menemukan wireless yang dipasang pada jaringan masih

menggunakan setting default bawaan vendor seperti SSID, IP Address , remote manajemen, DHCP

enable, kanal frekuensi, tanpa enkripsi bahkan user/password untuk administrasi wireless tersebut.

WEP (Wired Equivalent Privacy) yang menjadi standart keamanan wireless sebelumnya, saat ini

dapat dengan mudah dipecahkan dengan berbagai tools yang tersedia gratis di internet. WPA-PSK

dan LEAP yang dianggap menjadi solusi menggantikan WEP, saat ini juga sudah dapat dipecahkan

dengan metode dictionary attack secara offline.

Beberapa kegiatan dan aktifitas yang dilakukan untuk mengamanan jaringan wireless antara lain:

1. Menyembunyikan SSID

Banyak administrator menyembunyikan Services Set Id (SSID) jaringan wireless mereka dengan

maksud agar hanya yang mengetahui SSID yang dapat terhubung ke jaringan mereka. Hal ini

tidaklah benar, karena SSID sebenarnya tidak dapat disembuyikan secara sempurna. Pada saat saat

tertentu atau khususnya saat client akan terhubung (assosiate) atau ketika akan memutuskan diri

(deauthentication) dari sebuah jaringan wireless, maka client akan tetap mengirimkan SSID dalam

bentuk plain text (meskipun menggunakan enkripsi), sehingga jika kita bermaksud menyadapnya,

dapat dengan mudah menemukan informasi tersebut. Beberapa tools yang dapat digunakan untuk

mendapatkan ssid yang dihidden antara lain, kismet (kisMAC), ssid_jack (airjack), aircrack ,

void11 dan masih banyak lagi.

2. Keamanan wireless hanya dengan kunci WEP

WEP merupakan standart keamanan & enkripsi pertama yang digunakan pada wireless, WEP

memiliki berbagai kelemahan antara lain :

Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.

WEP menggunakan kunci yang bersifat statis

Masalah initialization vector (IV) WEP

Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32)

WEP terdiri dari dua tingkatan, yakni kunci 64 bit, dan 128 bit. Sebenarnya kunci rahasia pada

kunci WEP 64 bit hanya 40 bit, sedang 24bit merupakan Inisialisasi Vektor (IV). Demikian juga

pada kunci WEP 128 bit, kunci rahasia terdiri dari 104bit.

Serangan-serangan pada kelemahan WEP antara lain :

- Serangan terhadap kelemahan inisialisasi vektor (IV), sering disebut FMS attack. FMS

singkatan dari nama ketiga penemu kelemahan IV yakni Fluhrer, Mantin, dan Shamir.

Serangan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan IV yang lemah sebanyak-banyaknya.

Semakin banyak IV lemah yang diperoleh, semakin cepat ditemukan kunci yang digunakan

( www.drizzle.com/~aboba/IEEE/rc4_ksaproc.pdf )

- Mendapatkan IV yang unik melalui packet data yang diperoleh untuk diolah untuk proses

cracking kunci WEP dengan lebih cepat. Cara ini disebut chopping attack, pertama kali

ditemukan oleh h1kari. Teknik ini hanya membutuhkan IV yang unik sehingga mengurangi

kebutuhan IV yang lemah dalam melakukan cracking WEP.

- Kedua serangan diatas membutuhkan waktu dan packet yang cukup, untuk mempersingkat

waktu, para hacker biasanya melakukan traffic injection. Traffic Injection yang sering

dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan packet ARP kemudian mengirimkan kembali

ke access point. Hal ini mengakibatkan pengumpulan initial vektor lebih mudah dan cepat.

Berbeda dengan serangan pertama dan kedua, untuk serangan traffic injection,diperlukan

spesifikasi alat dan aplikasi tertentu yang mulai jarang ditemui di toko-toko, mulai dari

chipset, versi firmware, dan versi driver serta tidak jarang harus melakukan patching

terhadap driver dan aplikasinya.

3. Keamanan wireless hanya dengan kunci WPA-PSK atau WPA2-PSK

WPA merupakan teknologi keamanan sementara yang diciptakan untuk menggantikan kunci

WEP. Ada dua jenis yakni WPA personal (WPA-PSK), dan WPA-RADIUS.

Saat ini yang sudah dapat di crack adalah WPA-PSK, yakni dengan metode brute force

attack secara offline. Brute force dengan menggunakan mencoba-coba banyak kata dari suatu

kamus. Serangan ini akan berhasil jika passphrase yang yang digunakan wireless tersebut

memang terapat pada kamus kata yang digunakan si hacker.

Untuk mencegah adanya serangan terhadap keamanan wireless menggunakan WPA-PSK,

gunakanlah passphrase yang cukup panjang (satu kalimat).

Tools yang sangat terkenal digunakan melakukan serangan ini adalah CoWPAtty (

http://www.churchofwifi.org/ ) dan aircrack ( http://www.aircrack-ng.org ) . Tools ini

memerlukan daftar kata atau wordlist, dapat di ambil dari http://wordlist.sourceforge.net/

4. MAC Filtering

Hampir setiap wireless access point maupun router difasilitasi dengan keamanan MAC

Filtering. Hal ini sebenarnya tidak banyak membantu dalam mengamankan komunikasi

wireless, karena MAC address sangat mudah dispoofing atau bahkan dirubah.

Tools ifconfig pada OS Linux/Unix atau beragam tools spt network utilitis, regedit, smac,

machange pada OS windows dengan mudah digunakan untuk spoofing atau mengganti

MAC address.

Penulis masih sering menemukan wifi di perkantoran dan bahkan ISP (yang biasanya

digunakan oleh warnet-warnet) yang hanya menggunakan proteksi MAC Filtering. Dengan

menggunakan aplikasi wardriving seperti kismet/kisMAC atau aircrack tools, dapat

diperoleh informasi MAC address tiap client yang sedang terhubung ke sebuah Access Point.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, kita dapat terhubung ke Access point dengan

mengubah MAC sesuai dengan client tadi. Pada jaringan wireless, duplikasi MAC adress

tidak mengakibatkan konflik. Hanya membutuhkan IP yang berbeda dengan client yang tadi.

5. Captive Portal

Infrastruktur Captive Portal awalnya didesign untuk keperluan komunitas yang

memungkinkan semua orang dapat terhubung (open network). Captive portal sebenarnya

merupakan mesin router atau gateway yang memproteksi atau tidak mengizinkan adanya trafik

hingga user melakukan registrasi/otentikasi. Berikut cara kerja captive portal :

user dengan wireless client diizinkan untuk terhubung wireless untuk mendapatkan IP

address (DHCP)

block semua trafik kecuali yang menuju ke captive portal (Registrasi/Otentikasi berbasis

web) yang terletak pada jaringan kabel.

redirect atau belokkan semua trafik web ke captive portal

setelah user melakukan registrasi atau login, izinkan akses ke jaringan (internet)

Beberapa hal yang perlu diperhatikan, bahwa captive portal hanya melakukan tracking koneksi

client berdasarkan IP dan MAC address setelah melakukan otentikasi. Hal ini membuat captive

portal masih dimungkinkan digunakan tanpa otentikasi karena IP dan MAC adress dapat dispoofing.

Serangan dengan melakukan spoofing IP dan MAC. Spoofing MAC adress seperti yang sudah

dijelaskan pada bagian 4 diatas. Sedang untuk spoofing IP, diperlukan usaha yang lebih yakni

dengan memanfaatkan ARP cache poisoning, kita dapat melakukan redirect trafik dari client yang

sudah terhubung sebelumnya.

Serangan lain yang cukup mudah dilakukan adalah menggunakan Rogue AP, yaitu mensetup Access

Point (biasanya menggunakan HostAP) yang menggunakan komponen informasi yang sama seperti

AP target seperti SSID, BSSID hingga kanal frekwensi yang digunakan. Sehingga ketika ada client

yang akan terhubung ke AP buatan kita, dapat kita membelokkan trafik ke AP sebenarnya.

Tidak jarang captive portal yang dibangun pada suatu hotspot memiliki kelemahan pada konfigurasi

atau design jaringannya. Misalnya, otentikasi masih menggunakan plain text (http), managemen

jaringan dapat diakses melalui wireless (berada pada satu network), dan masih banyak lagi.

Kelemahan lain dari captive portal adalah bahwa komunikasi data atau trafik ketika sudah

melakukan otentikasi (terhubung jaringan) akan dikirimkan masih belum terenkripsi, sehingga

dengan mudah dapat disadap oleh para hacker. Untuk itu perlu berhati-hati melakukan koneksi pada

jaringan hotspot, agar mengusahakan menggunakan komunikasi protokol yang aman seperti

https,pop3s, ssh, imaps dst.

by

Josua M Sinambela

email josh at gadjahmada.edu

website http://josh.staff.ugm.ac.id

Jumat, 20 Maret 2009 - - 0 Comments


Hacker Sebagai Penguji Sistem Keamanan
Oleh : Peter L & Ronny S


PENDAHULUAN
Dalam membangun sebuah sistem jaringan berbasis internet, masalah keamanan menjadi suatu hal yang mutlak diperlukan. Sistem yang dibangun tanpa adanya sistem keamanan yang baik sama halnya dengan mengajak pencuri untuk masuk ke rumah kita dan membiarkan dia mengambil segala sesuatu yang kita miliki.
Seringkali ketika membangun sebuah sistem, kita menemukan berbagai kerawanan dalam sistem kita. Namun hal itu kita anggap sebagai hal kecil karena kita tidak menganggapnya sebagai lubang keamanan (hole). Kita tidak sadar bahwa kerawanan-kerawanan kecil seperti inilah yang dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk menjalankan aksi kejahatannya.

HACKER VS CRACKER
Dua istilah ini paling sering disebutkan ketika kita berbicara mengenai keamanan data. Hacker dan cracker dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab atas berbagai kasus kejahatan komputer (cybercrime) yang semakin marak dewasa ini. Padahal jika kita mau melihat siapa dan apa yang dilakukan oleh hacker dan cracker, maka anggapan tersebut bisa dikatakan tidak 100 % benar.
Hacker adalah sebutan untuk mereka yang menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software. Hasil pekerjaan mereka biasanya dipublikasikan secara luas dengan harapan sistem atau software yang didapati memiliki kelemahan dalam hal keamanan dapat disempurnakan di masa yang akan datang. Sedangkan cracker memanfaatkan kelemahan-kelamahan pada sebuah sistem atau software untuk melakukan tindak kejahatan.
Dalam masyarakat hacker, dikenal hirarki atau tingkatan. Hacker menduduki tempat kedua dalam tingkatan tersebut dan cracker berada pada tingkat ketiga. Selain itu masih ada beberapa tingkatan lain seperti lamer (wanna be). Berbeda dengan hacker dan craker yang mencari dan menemukan sendiri kelemahan sebuah sistem, seorang lamer menggunakan hasil temuan itu untuk melakukan tindak kejahatan. Seorang lamer biasanya hanya memiliki pengetahuan yang sedikit mengenai komputer terutama mengenai sistem keamanan dan pemrograman. Dalam komunitas hacker, lamer merupakan sebutan yang bisa dibilang memalukan.
Seorang hacker memiliki tujuan yaitu untuk menyempurnakan sebuah sistem sedangkan seorang cracker lebih bersifat destruktif. Umumnya cracker melakukan cracking untuk menggunakan sumber daya di sebuah sistem untuk kepentingan sendiri.

MENGUJI KEAMANAN SISTEM
Berbicara mengenai keamanan dalam sebuah sistem komputer, tak akan lepas dari bagaimana seorang cracker dapat melakukan penetrasi ke dalam sistem dan melakukan pengrusakan. Ada banyak cara yang biasanya digunakan untuk melakukan penetrasi antara lain : IP Spoofing (Pemalsuan alamat IP), FTP Attack, Unix Finger Exploit, Flooding, Email Exploitsm Password Attacks, Remote File Sisem Attacks, dll.
Pada umumnya, cara-cara tersebut bertujuan untuk membuat server dalam sebuah sistem menjadi sangat sibuk dan bekerja di atas batas kemampuannya sehingga sistem akan menjadi lemah dan mudah dicrack.
Seorang hacker bisa dipekerjakan untuk mencari celah-celah (hole) dalam sebuah sistem keamanan. Hacker akan menggunakan berbagai teknik yang diketahuinya termasuk teknik-teknik di atas untuk melakukan penetrasi ke dalam sistem. Hacker juga akan mengkombinasikan berbagai cara di atas dan menggunakan berbagai teknik terbaru yang lebih canggih. Dengan demikian diharapkan titik rawan dalam sebuah sistem dapat diketahui untuk kemudian dilakukan perbaikan. Setelah perbaikan dilakukan (dengan melibatkan sang hacker), sistem akan kembali diuji. Demikianlah proses ini dilakukan berulang-ulang sehingga semua celah yang ada dalam sistem kemanan bisa ditutup.
Untuk melakukan proses ini, tentunya dibutuhkan seorang hacker yang benar-benar berpengalaman dan memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Tidak semua hacker bisa melakukan hal ini dengan baik, apalagi jika kita memakai seorang cracker.

PENUTUP
Seorang hacker kini bisa memainkan peran sebagai konsultan keamanan bagi para vendor ataupun developer software maupun bagi perusahan-perusahaan yang menggunakan sistem komputer sebagai tulang punggung berjalannya kegiatan perusahaan. Dengan perannya ini, hacker diharapakan bisa membuat sebuah sistem ataupun sebuah software tetap survive dan tidak mengalami kehancuran akibat tindak kejahatan komputer yang dilakukan oleh para cracker.
Menjadi hacker adalah sebuah kebaikan tetapi menjadi seorang cracker adalah sebuah kejahatan.

tool hacking

- - 0 Comments





1.Nessus

“Nessus” pertama kali dibuat oleh Renaud Deraison pada tahun 1998 dan disebarkan untuk komunitas internet secara bebas, bermanfaat, ter-update dengan baik serta mudah untuk digunakan.

Nessus adalah sebuah program untuk mencari kelemahan pada sebuah sistem komputer. Menurut situs resminya di www.nessus.org, tool ini telah digunakan oleh lebih dari 75.000 organisasi dan perusahaan di seluruh dunia.

2.Snort

Snort adalah sebuah IDS, yaitu tool untuk mencegah dan mendeteksi serangan terhadap sistem komputer. Vendor dari snort mengklaim bahwa tool ini telah didownload berjuta-juta kali dari situs mereka. Anda mungkin berminat untuk mencobanya, silahkan download tool ini di www.snort.org.

3.Kismet

Kismet adalah sebuah tool untuk mendeteksi koneksi wireless(mendukung lalu lintas 802.11b, 802.11a, dan 802.11g ) , menangkap paket dalam sebuah sistem jaringan dan menjadi sebuah IDS (intrusion detection System).

Untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai kismet, anda dapat mengunjungi situs http://www.kismetwireless.net atau masuk ke #kismet irc.freenode.net.

4.Metasploit Framework

Metasploit Framework adalah sebuah proyek open source untuk mengembangkan, menguji dan menggunakan kode eksploit. Dibuat dengan bahasa Perl sebagai fondasi dasar dan dan terdiri dari komponen pelengkap yang telah dicompile dengan bahasa C, assembler dan Python. Metasploit Framework dapat berjalan pada sistem operasi UNIX, Linux dan Windows. Keterangan yang lebih detail dapat anda cari di http://www.metasploit.com.

5.Netcat

Netcat adalah sebuah tool networking utility yang dapat membaca dan menulis data pada koneksi sebuah jaringan melalui protokol TCP/IP.

Fitur yang terdapat pada Netcat antara lain :

  • Koneksi keluar dan masuk melalui protokol UDP ataupun TCP dengan port yang digunakan..

  • Tunneling mode, tunneling dari UDP ke TCP, memetakan parameter dalam jaringan (source port/interface, listening port/interface, dan mengijinkan remote host melakukan koneksi ke tunnel)

  • Port scanner, untuk mendeteksi port yang terbuka.

  • Buffered send-mode dan hexdump RFC854 telnet.

6.Hping

Hping merupakan sebuah tool serba guna. Tool ini dapat digunakan untuk menguji kemampuan firewall, mencari port yang terbuka, menguji keamanan jaringan dengan menggunakan berbagai jenis protokol, mendapatkan informasi sistem operasi, mengevaluasi protokol TCP/IP.

7.TCPDump

Tcpdump juga merupakan sebuah sniffer. Admin jaringan menggunakan tool ini untuk memonitor lalu lintas dan menganalisa permasalahan jika terjadi gangguan. Menurut informasi di http://www-iepm.slac.stanford.edu/monitoring/passive/tcpdump.html , Tcpdump menggunakan paket filter dari UNIX BSD untuk meng-capture data(BPF / BSD Packet Filter).BPF menerima salinan dari driver pengirim dan penerima paket.Pengguna tcpdump juga dapat menyaring paket sesuai dengan keinginan.

8. John The Ripper

Sebuah password cracker dari jaman nenek moyang para hacker yang masih menjadi 10 besar tool favorit. Berikut adalah keterangan dari pembuat John The Ripper.

John the Ripper is a password cracker, currently available for UNIX, DOS,WinNT/Win95. Its primary purpose is to detect weak UNIX passwords. It has been tested with Linux x86/Alpha/SPARC, FreeBSD x86, OpenBSD x86, Solaris 2.x SPARC and x86, Digital UNIX, AIX, HP-UX, and IRIX”.

9. Cain And Abel

Cain & Abel adalah sebuah tool untuk masalah password. Tool ini dapat mengumpulkan password dengan metode network sniffing, meng-crack password menggunakan Dictionary attack, Brute-Force and Cryptanalysis attacks, merekam pembicaraan VoIP (Voice Over Internet Protocol), meng-crack jaringan wireless, menganalisa trafik dalam jaringan. www.oxid.it

10. WireShark / Ethereal

Wireshark / Ethereal adalah sebuah tool untuk menganalisa protokol jaringan. Fungsinya juga sebagai sebuah sniffer. Memantau lalu lintas internet. Wireshark

dapat berjalan pada Windows, MAC OS X, dan Linux. www.wireshark.org

Tertarik? Pelajari dan pahami saja cara penggunaan 10 tool tsb. Kita memang tdk akan semudah itu menjadi hacker hebat hanya dengan mengandalkan 10 tool diatas. Tapi tool2 tsb sudah diakui oleh semua tingkatan Hacker. Kan bisa menjadi tambahan bagi anda2 yang ingin menggeluti sekuriti komputer secara mendalam.

Diterjemahkan dari: www.insecured.org diambil dari http://www.rozy.web.id/nafasku.com

Related Posts by Categories

COMPUTER SECURITY

Kamis, 19 Maret 2009 - - 0 Comments







Hacker Sebagai Penguji Sistem Keamanan
Oleh : Peter L & Ronny S

PENDAHULUAN
Dalam membangun sebuah sistem jaringan berbasis internet, masalah keamanan menjadi suatu hal yang mutlak diperlukan. Sistem yang dibangun tanpa adanya sistem keamanan yang baik sama halnya dengan mengajak pencuri untuk masuk ke rumah kita dan membiarkan dia mengambil segala sesuatu yang kita miliki.
Seringkali ketika membangun sebuah sistem, kita menemukan berbagai kerawanan dalam sistem kita. Namun hal itu kita anggap sebagai hal kecil karena kita tidak menganggapnya sebagai lubang keamanan (hole). Kita tidak sadar bahwa kerawanan-kerawanan kecil seperti inilah yang dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk menjalankan aksi kejahatannya.

HACKER VS CRACKER
Dua istilah ini paling sering disebutkan ketika kita berbicara mengenai keamanan data. Hacker dan cracker dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab atas berbagai kasus kejahatan komputer (cybercrime) yang semakin marak dewasa ini. Padahal jika kita mau melihat siapa dan apa yang dilakukan oleh hacker dan cracker, maka anggapan tersebut bisa dikatakan tidak 100 % benar.
Hacker adalah sebutan untuk mereka yang menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software. Hasil pekerjaan mereka biasanya dipublikasikan secara luas dengan harapan sistem atau software yang didapati memiliki kelemahan dalam hal keamanan dapat disempurnakan di masa yang akan datang. Sedangkan cracker memanfaatkan kelemahan-kelamahan pada sebuah sistem atau software untuk melakukan tindak kejahatan.
Dalam masyarakat hacker, dikenal hirarki atau tingkatan. Hacker menduduki tempat kedua dalam tingkatan tersebut dan cracker berada pada tingkat ketiga. Selain itu masih ada beberapa tingkatan lain seperti lamer (wanna be). Berbeda dengan hacker dan craker yang mencari dan menemukan sendiri kelemahan sebuah sistem, seorang lamer menggunakan hasil temuan itu untuk melakukan tindak kejahatan. Seorang lamer biasanya hanya memiliki pengetahuan yang sedikit mengenai komputer terutama mengenai sistem keamanan dan pemrograman. Dalam komunitas hacker, lamer merupakan sebutan yang bisa dibilang memalukan.
Seorang hacker memiliki tujuan yaitu untuk menyempurnakan sebuah sistem sedangkan seorang cracker lebih bersifat destruktif. Umumnya cracker melakukan cracking untuk menggunakan sumber daya di sebuah sistem untuk kepentingan sendiri.

MENGUJI KEAMANAN SISTEM
Berbicara mengenai keamanan dalam sebuah sistem komputer, tak akan lepas dari bagaimana seorang cracker dapat melakukan penetrasi ke dalam sistem dan melakukan pengrusakan. Ada banyak cara yang biasanya digunakan untuk melakukan penetrasi antara lain : IP Spoofing (Pemalsuan alamat IP), FTP Attack, Unix Finger Exploit, Flooding, Email Exploitsm Password Attacks, Remote File Sisem Attacks, dll.
Pada umumnya, cara-cara tersebut bertujuan untuk membuat server dalam sebuah sistem menjadi sangat sibuk dan bekerja di atas batas kemampuannya sehingga sistem akan menjadi lemah dan mudah dicrack.
Seorang hacker bisa dipekerjakan untuk mencari celah-celah (hole) dalam sebuah sistem keamanan. Hacker akan menggunakan berbagai teknik yang diketahuinya termasuk teknik-teknik di atas untuk melakukan penetrasi ke dalam sistem. Hacker juga akan mengkombinasikan berbagai cara di atas dan menggunakan berbagai teknik terbaru yang lebih canggih. Dengan demikian diharapkan titik rawan dalam sebuah sistem dapat diketahui untuk kemudian dilakukan perbaikan. Setelah perbaikan dilakukan (dengan melibatkan sang hacker), sistem akan kembali diuji. Demikianlah proses ini dilakukan berulang-ulang sehingga semua celah yang ada dalam sistem kemanan bisa ditutup.
Untuk melakukan proses ini, tentunya dibutuhkan seorang hacker yang benar-benar berpengalaman dan memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Tidak semua hacker bisa melakukan hal ini dengan baik, apalagi jika kita memakai seorang cracker.

PENUTUP
Seorang hacker kini bisa memainkan peran sebagai konsultan keamanan bagi para vendor ataupun developer software maupun bagi perusahan-perusahaan yang menggunakan sistem komputer sebagai tulang punggung berjalannya kegiatan perusahaan. Dengan perannya ini, hacker diharapakan bisa membuat sebuah sistem ataupun sebuah software tetap survive dan tidak mengalami kehancuran akibat tindak kejahatan komputer yang dilakukan oleh para cracker.
Menjadi hacker adalah sebuah kebaikan tetapi menjadi seorang cracker adalah sebuah kejahatan.


Security Alert

Masalah keamanan data dan informasi, merupakan bagian yang sangat penting dan tak terpisahkan ketika kita berbicara mengenai komputer. Ada begitu banyak celah keamanan yang terdapat dalam komputer kita baik yang berdiri sendiri maupun yang terhubung dalam sebuah jaringan dan juga internet. Masalah ini menjadi semakin gawat karena adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan celah-celah keamanan tersebut untuk kepentingan pribadi. Karena itulah, melalui web ini kami menyediakan berbagai informasi berupa artikel, jurnal, contoh kasus dan link yang semuanya membahas mengenai masalah keamanan komputer. Harapan kami, informasi yang kami sediakan bisa bermanfaat bagi siapa saja yang mengunjungi web site ini. Akhirnya, kami mengucapkan selamat menikmati sajian Security Alert yang ala kadarnya ini

- - 0 Comments

PENDAHULUAN
Dalam membangun sebuah sistem jaringan berbasis internet, masalah keamanan menjadi suatu hal yang mutlak diperlukan. Sistem yang dibangun tanpa adanya sistem keamanan yang baik sama halnya dengan mengajak pencuri untuk masuk ke rumah kita dan membiarkan dia mengambil segala sesuatu yang kita miliki.

Seringkali ketika membangun sebuah sistem, kita menemukan berbagai kerawanan dalam sistem kita. Namun hal itu kita anggap sebagai hal kecil karena kita tidak menganggapnya sebagai lubang keamanan (hole). Kita tidak sadar bahwa kerawanan-kerawanan kecil seperti inilah yang dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk menjalankan aksi kejahatannya.

HACKER VS CRACKER

Dua istilah ini paling sering disebutkan ketika kita berbicara mengenai keamanan data. Hacker dan cracker dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab atas berbagai kasus kejahatan komputer (cybercrime) yang semakin marak dewasa ini. Padahal jika kita mau melihat siapa dan apa yang dilakukan oleh hacker dan cracker, maka anggapan tersebut bisa dikatakan tidak 100 % benar.

Hacker adalah sebutan untuk mereka yang menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software. Hasil pekerjaan mereka biasanya dipublikasikan secara luas dengan harapan sistem atau software yang didapati memiliki kelemahan dalam hal keamanan dapat disempurnakan di masa yang akan datang. Sedangkan cracker memanfaatkan kelemahan-kelamahan pada sebuah sistem atau software untuk melakukan tindak kejahatan.

Dalam masyarakat hacker, dikenal hirarki atau tingkatan. Hacker menduduki tempat kedua dalam tingkatan tersebut dan cracker berada pada tingkat ketiga. Selain itu masih ada beberapa tingkatan lain seperti lamer (wanna be). Berbeda dengan hacker dan craker yang mencari dan menemukan sendiri kelemahan sebuah sistem, seorang lamer menggunakan hasil temuan itu untuk melakukan tindak kejahatan. Seorang lamer biasanya hanya memiliki pengetahuan yang sedikit mengenai komputer terutama mengenai sistem keamanan dan pemrograman. Dalam komunitas hacker, lamer merupakan sebutan yang bisa dibilang memalukan.

Seorang hacker memiliki tujuan yaitu untuk menyempurnakan sebuah sistem sedangkan seorang cracker lebih bersifat destruktif. Umumnya cracker melakukan cracking untuk menggunakan sumber daya di sebuah sistem untuk kepentingan sendiri.

MENGUJI KEAMANAN SISTEM

Berbicara mengenai keamanan dalam sebuah sistem komputer, tak akan lepas dari bagaimana seorang cracker dapat melakukan penetrasi ke dalam sistem dan melakukan pengrusakan. Ada banyak cara yang biasanya digunakan untuk melakukan penetrasi antara lain : IP Spoofing (Pemalsuan alamat IP), FTP Attack, Unix Finger Exploit, Flooding, Email Exploitsm Password Attacks, Remote File Sisem Attacks, dll.

Pada umumnya, cara-cara tersebut bertujuan untuk membuat server dalam sebuah sistem menjadi sangat sibuk dan bekerja di atas batas kemampuannya sehingga sistem akan menjadi lemah dan mudah dicrack.

Seorang hacker bisa dipekerjakan untuk mencari celah-celah (hole) dalam sebuah sistem keamanan. Hacker akan menggunakan berbagai teknik yang diketahuinya termasuk teknik-teknik di atas untuk melakukan penetrasi ke dalam sistem. Hacker juga akan mengkombinasikan berbagai cara di atas dan menggunakan berbagai teknik terbaru yang lebih canggih. Dengan demikian diharapkan titik rawan dalam sebuah sistem dapat diketahui untuk kemudian dilakukan perbaikan. Setelah perbaikan dilakukan (dengan melibatkan sang hacker), sistem akan kembali diuji. Demikianlah proses ini dilakukan berulang-ulang sehingga semua celah yang ada dalam sistem kemanan bisa ditutup.

Untuk melakukan proses ini, tentunya dibutuhkan seorang hacker yang benar-benar berpengalaman dan memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Tidak semua hacker bisa melakukan hal ini dengan baik, apalagi jika kita memakai seorang cracker.

PENUTUP

Seorang hacker kini bisa memainkan peran sebagai konsultan keamanan bagi para vendor ataupun developer software maupun bagi perusahan-perusahaan yang menggunakan sistem komputer sebagai tulang punggung berjalannya kegiatan perusahaan. Dengan perannya ini, hacker diharapakan bisa membuat sebuah sistem ataupun sebuah software tetap survive dan tidak mengalami kehancuran akibat tindak kejahatan komputer yang dilakukan oleh para cracker.

Menjadi hacker adalah sebuah kebaikan tetapi menjadi seorang cracker adalah sebuah kejahatan.